Logo Bloomberg Technoz

PNM Perkuat Usaha Mikro Lewat Pendampingan ULaMM


dok. PNM
dok. PNM

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di berbagai daerah di Indonesia, kisah para pengusaha mikro dan kecil kerap memiliki benang merah yang sama. Keberhasilan mereka tidak semata ditentukan oleh akses modal, tetapi juga oleh pendampingan yang konsisten serta proses belajar yang menyertai perjalanan usaha sehari-hari.

Pendampingan yang tepat terbukti mampu mengubah cara pelaku usaha mengelola bisnisnya. Dari usaha rumahan berskala kecil hingga mampu tumbuh dan menyerap tenaga kerja, proses tersebut menunjukkan pentingnya dukungan yang berkelanjutan dan menyeluruh.

Melalui jaringan lebih dari 620 kantor layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani atau PNM berupaya menjangkau pengusaha mikro dan kecil hingga ke pelosok daerah. Kehadiran ini memperlihatkan peran strategis lembaga keuangan milik negara dalam memperkuat fondasi ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

PNM memposisikan pemberdayaan sebagai inti dari layanannya. Berbeda dengan lembaga pembiayaan pada umumnya, PNM menempatkan peningkatan kapasitas usaha sebagai langkah awal sebelum pembiayaan diberikan kepada para pengusaha mikro dan kecil.

Pendekatan ini menekankan aspek pemberdayaan sosial dan intelektual. Tujuannya agar para pengusaha memiliki kesiapan yang lebih matang dalam mengelola modal, memahami risiko usaha, serta mampu mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Salah satu produk unggulan PNM dalam mendukung pengusaha mikro dan kecil adalah Unit Layanan Modal Mikro atau ULaMM. Melalui layanan ini, PNM menghadirkan pembiayaan yang disertai dengan pendampingan usaha secara berkelanjutan.

ULaMM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menyediakan pelatihan usaha, jasa konsultasi bisnis, dukungan pengelolaan keuangan, serta akses pasar yang lebih luas. Pendekatan ini menjadi pembeda utama PNM dalam mendukung pertumbuhan usaha nasabahnya.

Sebagai pengembangan dari layanan ULaMM, PNM menghadirkan produk MT 200 atau Madani Tumbuh 200. Produk ini menyediakan pembiayaan hingga Rp200 juta bagi pengusaha mikro dan kecil yang telah menunjukkan perkembangan usaha.

Pembiayaan MT 200 dirancang untuk mendorong pengusaha memperluas skala bisnisnya. Dengan dukungan modal yang lebih besar dan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kontribusinya terhadap perekonomian wilayah.

Selain prosedur pembiayaan yang jelas, ULaMM juga menawarkan skema angsuran yang ringan. Layanan ini tersedia dalam dua pilihan akad, yakni konvensional dan syariah, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta preferensi masing-masing pengusaha.

Pendekatan menyeluruh tersebut menjadi ciri khas PNM. Pembiayaan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan penguatan kapasitas usaha agar pertumbuhan yang dihasilkan bersifat berkelanjutan.

Pendampingan yang Mengubah Arah Usaha

Dampak nyata dari pendampingan ULaMM dirasakan langsung oleh para nasabah. Salah satu pengusaha mikro yang telah bergabung sejak 2008 menceritakan bahwa saat pertama kali memulai usaha, skala bisnisnya masih sangat sederhana.

Ia mengungkapkan bahwa setelah diperkenalkan ke PNM, dirinya mulai mendapatkan pendampingan usaha yang perlahan mengubah cara pandangnya dalam mengelola bisnis. Proses tersebut tidak terjadi secara instan, tetapi melalui pembelajaran yang dilakukan secara rutin.

Setiap minggu, pelatihan yang diberikan membuka wawasan baru tentang pengelolaan usaha. Mulai dari pencatatan keuangan hingga perencanaan pengembangan bisnis, pendampingan tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan usahanya.

Kini, usaha yang dijalankan tidak hanya mampu menghidupi keluarganya, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar rumah. Transformasi ini menjadi bukti bahwa pendampingan yang tepat dapat menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa filosofi ULaMM bukan sekadar menyalurkan pembiayaan. Menurutnya, layanan ini merupakan perjalanan bersama untuk menumbuhkan keyakinan dan memaksimalkan potensi para pengusaha mikro dan kecil.

“Bagi kami, ULaMM bukan sekadar pembiayaan, melainkan perjalanan kami untuk menumbuhkan keyakinan serta memaksimalkan setiap potensi dalam diri para pengusaha Mikro dan Kecil. Ketika kapasitas mereka perlahan menguat, yang tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan di dalam rumah, kemandirian di lingkungan sekitar, dan perekonomian di daerah tempat mereka berusaha. Semoga kami bisa terus mendorong kebermanfaatan ini kesetiap penjuru negeri,” ujar Dodot.

PNM menilai bahwa penguatan kapasitas usaha akan menciptakan efek berantai yang positif. Ketika usaha tumbuh, kesejahteraan keluarga meningkat, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi daerah ikut bergerak.

Pendekatan ini sejalan dengan peran PNM sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga pada dampak sosial. Melalui pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM berupaya menciptakan pengusaha mikro dan kecil yang mandiri dan berdaya saing.

Keberadaan jaringan layanan yang luas memungkinkan PNM menjangkau berbagai karakteristik usaha di daerah. Setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda, sehingga pendampingan disesuaikan dengan kondisi lokal.

PNM melihat pengusaha mikro dan kecil sebagai pilar penting perekonomian nasional. Dengan dukungan yang tepat, sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melalui ULaMM dan produk turunannya seperti MT 200, PNM terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan pengusaha mikro dan kecil. Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Ke depan, PNM bertekad untuk terus memperluas jangkauan pemberdayaan agar semakin banyak pengusaha di berbagai pelosok negeri dapat merasakan manfaatnya. Dengan fondasi usaha yang kuat, pengusaha mikro dan kecil diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, daerah, dan nasional.