Logo Bloomberg Technoz

Ketidakpastian terkait waktu dan skala pelonggaran suku bunga mendorong sebagian pelaku pasar mengambil sikap wait and see, membuka ruang bagi mata uang negara di pasar Asia untuk mencatatkan penguatan terbatas.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi AS dalam jangka pendek ke sekitar 4,23% ikut memperbaiki sentimen risiko global.

Kondisi ini mendorong arus dana kembali masuk secara selektif ke aset emerging markets, termasuk Indonesia, meskipun skalanya masih terbatas dan cenderung bersifat jangka pendek. Agaknya sentimen eksternal saat ini lebih bersifat risk-on ringan. 

Akan tetapi, penguatan terbatas ini juga tak bisa dilepas dari faktor tekanan domestik yang menjadi pemberat laju penguatan rupiah.

Meski data keyakinan konsumen kemarin menunjukkan angka yang solid, tetapi lembaga pemeringkat yang menurunkan tingkat outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif menjadi pertimbangan pasar saat ini. 

Agaknya, penguatan pagi ini menunjukkan jika rupiah masih memiliki daya tahan, tetapi belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang ketidakpastian.

(riset/aji)

No more pages