Logo Bloomberg Technoz

Sejak menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari lalu, harga emas sudah ambruk sekitar 10%. Meski begitu, sejumlah institusi masih bullish terhadap emas.

Deutsche Bank AG memperkirakan harga emas masih bisa menyentuh level US$ 6.000/troy ons pada 2026. Ini akan ditopang oleh aksi borong bank sentral dan meningkatkan alokasi investor terhadap aset non-dolar Amerika Serikat (AS).

“Dalam skenario alternatif, harga di US$ 6.900/troy ons lebih cocok jika melihat tren dua tahun terakhir yang outperformance,” sebut riset Deutsche Bank.

Sedangkan Societe Generale juga memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 6.000/troy ons pada akhir tahun ini. Sementara proyeksi Morgan Stanley menyematkan US$ 5.700/troy ons untuk skenario bullish. Lalu Goldman Sachs meramal harga aset ini bisa menyentuh US$ 5.400/troy ons pada Desember.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas berada di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Adapun indikator Stochastic RSI ada di 48. Menghuni area jual (short), tetapi tidak begitu kuat. Cenderung netral.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas rasanya akan menguji support terdekat di US$ 4.967/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka support lanjutan ada di US$ 4.933-4.856/troy ons.

Kemudian target resisten terdekat adalah US$ 5.060/troy ons. Dari sini, harga emas berpeluang mengetes rentang US$ 5.073-5.090/troy ons.

(aji)

No more pages