Melansir Phintraco Sekuritas, secara teknikal IHSG mengalami penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold. Namun volume cenderung relatif rendah, karena diperkirakan investor masih cenderung wait and see.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.000-8.100,” mengutip paparan Phintraco.
Top picks atau saham pilihan Phintraco adalah ANTM, JSMR, MDKA, PWON, dan ISAT.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, penguatan bursa Wall Street dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, emas, batubara, tembaga diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu masih adanya aksi jual investor asing berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.950-7.870 dan resistance 8.110-8.190,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan versi CGS meliputi meliputi INDY, PTBA, MYOR, JSMR, PGAS, dan AMRT.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguat, didorong oleh sentimen positif penguatan indeks di global, serta berkurangnya kekhawatiran terkait dengan penyesuaian free float dalam negeri yang diperpanjang hingga 2029, kembali masuknya dana asing, serta menguatnya harga komoditas utama.
Di sisi lain, indikator stochastic sudah death cross. Jika IHSG kembali melemah, maka support selanjutnya berada di area 7.482-7.548.
“Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, untuk kemudian rebound menembus resistance MA–5 di 8075, disusul MA–20 dan MA–50 di 8.434-8.533.”
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INCO, RAJA, TOWR.
(fad/aji)






























