Sebelumnya, Menteri Pertanian yang juga merangkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan serapan beras petani dalam negeri awal tahun ini cukup besar.
Amran mengatakan, realisasi penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 112 ribu ton pada Januari, naik lebih dari 700% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar 14 ribu ton.
"Laporan harian kami terima dan ini naik 700% di Januari," kata Amran belum lama ini, seraya menambahkan hal ini menjadi sinyal lampu hijau Indonesia percaya diri untuk mengekspor beras produk dalam negeri.
Menurut catatan Bapanas, torehan stok beras nasional di awal 2026 berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional adalah 12,53 juta ton. Ini termasuk stok beras di Bulog dan selebihnya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).
Stok beras di awal tahun 2026 tersebut meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Tercatat ada peningkatan hingga 203,05% terhadap stok awal tahun 2024 yang kala itu berada di angka 4,13 juta ton. Sementara terhadap stok awal tahun 2025 telah meningkat 49,12% karena stok awal 2025 berada di 8,4 juta ton.
(ell)





























