Logo Bloomberg Technoz

“Kami serahkan wisdom dari Pak Gubernur untuk mendukung [gentengnisasi] karena ini potensi besar untuk industri,” ujarnya. 

Taufiek menjelaskan program gentengnisasi hingga kini masih kesulitan dalam memasok bahan baku karena mayoritas tersedia di Jawa Barat atau sebanyak 60%. 

Di sisi lain, kapasitas produksi terdapat di tiga industri atau perusahaan. Dia pun meyakini program gentengnisasi nantinya dapat menyebar ke luar Pulau Jawa. 

“Dan saat ini genteng sudah utilisasinya cukup tinggi dan ini nanti akan menumbuhkan investasi baru dan penyerapan tenaga kerja yang sangat besar di seluruh provinsi,” tuturnya. 

Taufiek menuturkan kementeriannya masih berdiskusi terkait dengan potensi, peluang, tantangan, serta keberlanjutan bahan baku program arahan presiden tersebut.

Sebelumnya, program gentengnisasi tersebut merupakan proyek penggantian atap rumah masyarakat yang saat ini masih memakai seng. Nantinya, atap itu akan digantikan oleh genteng.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam pidatonya di rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026) kemarin.

Dia menilai rumah yang saat ini masih menggunakan seng membuat tidak nyaman. Salah satu bahan bangunan tersebut juga rentan berpotensi berkarat.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek ‘gentengisasi’ seluruh Indonesia," ucap Prabowo

Pakai APBN

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana program baru gagasan Prabowo itu akan turut menggunakan biaya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Rencana program tersebut akan dialokasikan lewat APBN tidak sampai Rp1 triliun.

Anggaran nantinya akan berasal dari dana cadangan pemerintah lewat efisiensi penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga, termasuk makan bergizi gratis (MBG).

"[Anggaran] gentengnisasi tidak sampai Rp1 triliun," ujar Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta, Selasa (3/2/2026). "Ada kemungkinan dari 'efisiensi MBG], ada kemungkinan dari tempat lain," sambungnya menegaskan.

(mfd/naw)

No more pages