"Jika saya jawab secara terbuka [soal penyebab pelemahan rupiah], itu kan membuka kelemahan pihak tertentu yang tidak ingin saya lakukan. Secara teori, pada Oktober, November, Desember [2025] hingga Januari 2026 kita net inflow, seharusnya rupiah menguat," kata dia.
"Namun, kenyataannya tidak. Anda harus bertanya ke bank sentral. Mungkin itu kebijakan mereka untuk melemahkan sedikit. Itu jawaban politis saya."
Pada akhir Januari, rupiah sempat menyentuh level Rp16.928/US$, tau mendekati level Rp17.000 yang juga terlemah sepanjang sejarah.
Namun, seiring dengan upaya intervensi bank sentral baru-baru ini, rupiah kembali melaju ke level stabil. Hari ini, rupiah ditutup menguat 0,15% ke level Rp16.765/US$.
(lav)
No more pages



























