Logo Bloomberg Technoz

Hati-hati, Rupiah Offshore Dekati Rp16.800/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 February 2026 08:44

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) kembali mendekati level Rp16.800/US$. Pada pembukaan perdagangan offshore, rupiah melemah 0,01% ke Rp16.788/US$, lalu kembali susut 0,03% di Rp16.791/US$. 

Pergerakan ini bisa jadi indikator pemberat bagi sentimen pasar terhadap aset Indonesia. NDF kerap mencerminkan ekspektasi investor global yang lebih jujur, terutama saat pasar domestik belum dibuka, dan pelemahan berulang yang terjadi di pasar offshore menandakan kehati-hatian investor yang masih tinggi.

Tekanan tersebut datang di tengah kombinasi faktor global, seperti ketidakpastian arah suku bunga AS, serta faktor domestik yang semakin menjadi perhatian investor. 


Indeks dolar AS juga menguat 0,2% ke posisi 97,185 bahkan tak berselang lama posisinya kembali naik 0,24% menjadi 97,224. Pergerakan mata uang di pasar Asia yang sudah dibuka terdepresiasi, seperti yen Jepang melemah 0,26%, dolar Singapura 0,15%, dan yuan offshore China susut 0,04%. 

Dari pasar domestik, salah satu sumber kekhawatiran pasar adalah persepsi meluasnya peran negara dalam perekonomian, terutama melalui pembentukan dan penguatan Danantara.