Inflasi Tahunan Januari 2026 Tembus 3,55%, Ini Penyebabnya
Sultan Ibnu Affan
02 February 2026 12:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi tahun ke tahun atau year-on-year (yoy) pada Januari 2026 tercatat mencapai 3,55%. Artinya, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.
Akselerasi laju inflasi tahunan pada Januari 2026 sudah diperkirakan sebelumnya. Konsensus Bloomberg menghasilkan median perkiraan inflasi Januari sebesar 3,76% yoy. Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya, yaitu 2,92%.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tinggi, yakni mencapai 11,93% dan memberi andil 1,72%.
"komoditas yang paling memberi andil terbesar ialah tarif listrik. Kemudian, pada kelompok lainnya ialah emas dan perhiasan," kata Ateng dalam Konferensi Pers, Senin (2/2/2026).
Dia menjelaskan alasan data inflasi tahunan dan bulanan pada Januari 2026 berbanding terbalik. Seperti diketahui, data tahunan tercatat Januari mengalami inflasi mencapai 3,55%, sementara secara bulanan malah mengalami deflasi 0,15%.






























