Logo Bloomberg Technoz

RI Alami Deflasi 0,15% Januari 2026, Beda dari Konsensus

Sultan Ibnu Affan
02 February 2026 11:56

Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang 2025 Tembus 2,92%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang 2025 Tembus 2,92%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi bulan ke bulan (month-to-month/mtm) 0,15% pada Januari 2026. Artinya, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.

Laporan BPS tersebut sedikit berbeda dari proyeksi pada ekonom yang memperkirakan inflasi Januari akan melandai dibanding bulan sebelumnya.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga Jumat (30/1/2026) pagi dengan melibatkan 26 ekonom/analis menghasilkan median proyeksi inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Januari adalah 0,06%. Jauh melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,64% mtm.


Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menjelaskan kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 1,03%, dan memiliki andil 0,3%.

"Cabai merah memiliki andil deflasi 0,16%, cabai rawit 0,08%, dan bawang merah yang baru panen andil deflasinya 0,07%. Kemudian daging ayam ras 0,05%, telur ayam 0,03%," papar Ateng dalam Konferensi Pers, Senin (2/2/2026).