DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, mengatakan bus tersebut mengangkut pekerja tambang pulang dari shift mereka. Aksi tersebut merupakan bagian dari serangan besar-besaran Rusia terhadap fasilitas tambang DTEK di wilayah tersebut, kata perusahaan tersebut.
At least twelve mine workers killed, eight injured in russian strike on DTEK bus
— DTEK Group (@dtek_en) February 1, 2026
At least twelve mine workers have been killed and eight injured after russia struck a bus transporting staff from a DTEK mine in Ukraine’s Dnipropetrovsk region.
The bus was hit as it was taking… pic.twitter.com/wTDxWmcrwi
Bloomberg belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Otoritas Rusia belum memberi tanggapan.
Serangan ini terjadi saat AS berusaha memediasi pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv. Negosiasi berikutnya akan diadakan pada 4-5 Februari di Uni Emirat Arab, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Minggu.
Pasukan Kremlin dalam seminggu terakhir telah mengurangi serangan udara terhadap infrastruktur energi Ukraina, akan tetapi justru menargetkan peralatan transportasi, termasuk menyerang kereta api penumpang pada 27 Januari, menewaskan enam orang.
Secara terpisah, gubernur wilayah Belgorod Rusia mengatakan bahwa sebuah drone Ukraina menabrak sebuah mobil pada Minggu, melukai empat orang. Klaim tersebut juga tidak dapat diverifikasi secara independen
(bbn)
































