Lead Investment Analyst at Stockbit/Bibit Edi Chandren menyebut valuasi Big Banks saat ini tergolong rendah secara historis, di rentang 0,5 hingga 1,5 standar deviasi dan lebih rendah dari mean per 15 Januari 2026.
Namun memang, Chandren menilai investor juga perlu melihat valuasi tersebut dalam konteks momentum laba bersih karena level valuasi memiliki korelasi positif dengan momentum laba bersih secara historis.
Yang jadi perhatian pasar saat ini, dengan momentum laba bersih yang kembali positif memasuki 2026, level valuasi pun berpotensi pulih.
“Dengan asumsi valuasi kembali ke level mean, potensi upside masing–masing bank adalah BBCA (+16%), BMRI (+13%), BBRI (+22%), dan BBNI (+14%), di luar pertumbuhan laba bersih (dan nilai buku),” mengutip paparan Chandren dalam risetnya per 15 Januari 2026.
Sejalan dengan valuasi yang atraktif, Konsensus mengekspektasikan laba bersih Big Banks pada 2026F kembali tumbuh, di rentang +7–10% YoY, yang didorong oleh peningkatan loan growth, NIM yang relatif stabil, dan kualitas aset yang lebih baik (penurunan CoC).
Momentum laba bersih punya korelasi positif dengan tingkat valuasi secara historis, sehingga berbaliknya momentum ini berpeluang pulihkan level valuasi.
Sementara itu, dari aspek dividen, Bank Himbara menyodorkan potensi dividend yield tahun buku 2026 mencapai 8%, sementara BBCA dengan yield 4%.
“Dengan risiko kembali turunnya harga saham relatif kecil, kami menilai saat ini merupakan momentum akumulasi, terutama untuk dividend play,” tegasnya.
Dengan pencapaian itu, Edi Chandren, Lead Investment Analyst at Stockbit/Bibit memberikan rekomendasi buy, di antara Big Banks, top picksnya adalah saham BBCA dan saham BMRI, diikuti saham BBNI dan saham BBRI.
Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham, dan juga target harga saham bank keempatnya berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data per 30 Januari 2026.
Target Harga dan Rekomendasi Saham
BBCA
- Buy: 36 analis
- Hold: 1
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp10.210/saham
Terbaru, Jeffrosenberg Chenlim, analis Maybank Investment Banking Group, memberikan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp10.650/saham. Selanjutnya Posmarito Pakpahan, analis UOB Kay Hian menyematkan rekomendasi beli saham BBCA dengan target Rp10.100/saham.
BMRI
- Buy: 28 Analis
- Hold: 6
- Sell: 3
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.544/saham
Terbaru, Edward Lowis, analis Sucor Sekuritas memberikan rekomendasi buy saham BMRI dengan target harga Rp6.300/saham. Lebih optimistis, Joshua Tanja, analis UBS memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp7.400/saham.
BBNI
- Buy: 31 Analis
- Hold: 3
- Sell: 1
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.051/saham
Jayden Vantarakis, analis Macquarie, menyematkan rating outperform saham BBNI dengan target harga Rp5.255/saham. Kemudian Erwin Wijaya, analis Verdhana Sekuritas Indonesia, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp5.500/saham.
BBRI
- Buy: 31 Analis
- Hold: 5
- Sell: 2
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.550/saham
Terbaru, Yap Swie Cu, analis Yuanta Investment Consulting, memberikan peringkat outperform pada saham BBRI dengan target harga Rp5.400/saham. Selanjutnya Edward Lowis, analis Sucor Sekuritas, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp5.200/saham.
(fad)





























