Ia juga menyoroti pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini yang sempat menunjukkan pemulihan terbatas. Hingga pukul 10.04 WIB, IHSG tercatat menguat 1,57% ke level 8.358. Namun demikian, penguatan tersebut dinilai masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya kepercayaan investor.
Pelaku pasar, lanjut Hendra, masih bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan arah kebijakan BEI ke depan, terutama terkait penunjukan Direktur Utama yang baru.
Pasar membutuhkan figur pemimpin yang mampu memperkuat transparansi, memperbaiki tata kelola, serta menjawab perhatian lembaga indeks global seperti MSCI terkait isu free float dan kualitas likuiditas pasar Indonesia,” kata Hendra, Jumat (30/1/2026).
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su sebelumnya memiliki pandangan senada. Apa yang terjadi pada IHSG sejak Rabu kemarin bukanlah cerminan kondisi fundamental RI, melainkan masalah transparansi.
Oleh karena itu, Harry menilai seluruh pemangku kepentingan mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Danantara, hingga perusahaan tercatat perlu bekerja secara kooperatif guna membangun struktur kepemilikan saham yang lebih jelas, transparan, dan mudah diakses.
Ia juga mengingatkan bahwa waktu yang tersedia relatif terbatas.
“Kita memiliki waktu sekitar empat bulan sebelum potensi eksodus dana terjadi, dan saya rasa tidak ada pihak di negara ini yang menginginkan hal tersebut terwujud,” ujar Harry, seraya mendorong pembentukan satuan tugas khusus oleh regulator terkait untuk menangani isu ini.
Sempat Balik Arah
IHSG sempat balik arah ke zona merah sesaat setelah pengumuman pengunduran diri Iman Rachman.
Indeks melemah 0,72% ke level 8.167. Padahal, IHSG sempat menguat cukup tajam hingga menyentuh posisi tertinggi 8.408
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar dalam dua hari terakhir.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman.
Ia berharap keputusan tersebut dapat berdampak positif bagi pasar modal Indonesia ke depan.
“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” katanya.
Terkait pengganti, Iman menyatakan proses administrasi akan berjalan sesuai ketentuan anggaran dasar perseroan, termasuk penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga ditetapkan Direktur Utama definitif.
(dhf)






















