Logo Bloomberg Technoz

Gejolak Pasar Saham Tekan Laju Rupiah Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 January 2026 10:05

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak pasar keuangan tanah air rupanya belum mereda, pasca keputusan Morgan Stanley Composite Index (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia. Hal ini masih membebani penguatan mata uang rupiah. 

Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), rupiah dibuka melemah di pasar spot seiring tekanan yang melanda mayoritas mata uang Asia. Rupiah tercatat susut 0,29% ke posisi Rp16.795/US$, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah meningkatnya risiko domestik. 

Rupiah menghadapi tekanan ganda di tengah pelemahan mata uang Asia lainnya. Dari sentimen domestik, pasar agaknya masih mencerna dampak lanjutan keputusan MSCI yang memperpanjang ketidakpastian terhadap arusa dana asing, terutama dari investor pasit yang menjadikan indeks global sebagai acuan utama.


Kekhawatiran terhadap aspek investability, likuiditas, serta struktur pasar saham Indonesia membuat kepercayaan investor memudar. 

Tekanan domestik muncul dari dinamika kebijakan dan tata kelola pemerintahan dan otoritas lembaga ekonomi. Pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dinilai memiliki afiliasi dengan Presiden menjadi sorotan pelaku pasar.