Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Perkasa di Tengah Kejatuhan IHSG

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 January 2026 15:37

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 8% dan mengalami trading halt

Hari ini, Rabu (28/1/2026), nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,36% di posisi Rp16.706/US$. Rupiah menghjijau  bersama dengan mayoritas mata uang Asia. 

Nilai mata uang Asia terhadap dolar AS mayoritas menguat pada penutupan pasar Rabu (28/1/2026). (Bloomberg)

Penguatan rupiah sedikit kontradiktif dengan susutnya IHSG hari ini. Tekanan di pasar saham lebih menggambarkan penyesuaian persepsi risiko ekuitas, terlebih setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran dan membekukan sejumlah perubahan indeks. 


Sementara, penguatan rupiah hari ini terdongkrak oleh pelemahan indeks dolar AS secara global. Indeks dolar AS terhadap mata uang Asia susut 0,11% menjadi 96,1. Pelemahan dolar AS ini memberi ruang mata uang high-yielding seperti rupiah untuk menguat.

Namun di pasar surat utang, investor sudah mulai meminta imbal hasil (yield) tinggi dan menghadapi tekanan jual di beberapa tenor.