Logo Bloomberg Technoz

Beda Data Menag vs BGN soal Penerima MBG di Pesantren Masih Minim

Dinda Decembria
29 January 2026 17:10

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah tengah mencocokkan data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren setelah muncul perbedaan angka antara Kementerian Agama dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat koordinasi terbatas di kantor Kemenko Pangan, Kamis (29/1).

Zulkifli menjelaskan, secara umum capaian penerima manfaat MBG di sekolah sudah mendekati target. Ia menyebut rata-rata penerima manfaat sudah mencapai hampir 100% di sejumlah satuan pendidikan.


Namun, keluhan datang dari Kementerian Agama terkait rendahnya penerima MBG di pondok pesantren. Menurut Zulkifli, pesantren memiliki karakteristik beragam, mulai dari yang memiliki madrasah, sanawiyah, aliyah, hingga pesantren yang tidak terintegrasi dengan madrasah formal.

“Kalau 100 % siswanya yang dapat penerima manfaat itu sudah 95, rata hampir 100. Nah, tapi ada keluhan dari Pak Menteri Agama, kok yang di pondok ini kecil,” ujar Zulkifli dalam rapat terbatas, di Kemenko Pangan, Kamis (29/1).