Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Global Tak Pasti, BI Perkuat Kelola Cadangan Devisa

Redaksi
30 January 2026 10:50

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menerapkan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengklaim Indonesia tetap dipandang memiliki prospek investasi yang solid dengan peluang mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026–2027. Maka itu, paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa mendukung sinergi kebijakan nasional yang transformatif melalui nilai tukar yang stabil dan resiliensi sektor eksternal

"Pengelolaan cadangan devisa BI dilakukan lebih adaptif dan berhati-hati, didukung pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kepercayaan investor serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika global," kata Aida seprti dikutip dalam keterangan pers, Jumat (30/1/2026).


Hal tersebut mengemuka pada pembukaan seminar internasional dalam rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 bertema “Beyond the Old Playbook: Embracing a New Paradigm in Global Investment" yang digelar di Bali pada 29–30 Januari 2026.

Dia menjelaskan, dalam menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian, cadangan devisa dikelola secara berhati-hati sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi. BI terus mengelola cadangan devisa dengan memerhatikan perkembangan suku bunga global, nilai tukar dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS guna menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas perekonomian nasional.