Rupiah Ditutup Melemah, Meski Dolar AS Susut
Tim Riset Bloomberg Technoz
29 January 2026 16:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini (29/1/2026) seiring pelemahan yang melanda mayoritas mata uang Asia. Tekanan tersebut menandai rapuhnya sentimen regional, meski pasar global tidak sedang berada dalam fase gejolak ekstrem seperti beberapa pekan di awal tahun ini.
Rupian susut 0,26% ke posisi Rp16.750/US$ pada penutupan perdagangan sore ini, setelah kemarin ditutup menguat 0,36% di posisi Rp16.706/US$. Pergerakan rupiah yang masih volatil ini mencerminkan ketergantungan rupiah pada sentimen eksternal jangka pendek.
Rupiah menjadi mata uang Asia terlemah ketiga dalam perdagangan hari ini. Pelemahan dipimpin oleh peso Filipina 0,34%, disusul ringgit Malaysia 0,27%.
Padahal, dari sisi global, tekanan eksternal relatif terbatas. Pasar keuangan AS bergerak cenderung datar setelah Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan The Fed sesuai ekspektasi pasar di rentang 3,5-3,75%.
Indeks dolar AS juga tidak menunjukkan penguatan, dan melemah 0,25% ke posisi 96,202. Namun ternyata kondisi ini belum cukup memberi ruang pemulihan bagi rupiah.




























