Prediksi Rupiah Hari Ini: Efek MSCI Terbatas, BI Aktif di Pasar
Tim Riset Bloomberg Technoz
30 January 2026 08:11

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak di pasar saham lantaran keputusan Morgan Stanley Composite Index (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia membawa efek bola salju bagi aset keuangan, termasuk aset mata uang.
Namun, kekhawatiran pasar ekuitas terkait MSCI diperkirakan hanya berdampak terbatas dalam jangka pendek terhadap rupiah, terutama jika mengingat Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Salah satu indikator awal pagi ini datang dari pasar valuta asing offshore.
Rupiah dibuka stagnan dalam perdagangan kontrak derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) pada Jumat (30/1/2026) di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg pagi ini, rupiah NDF di bursa offshore, rupiah NDF dibuka stagnan, di Rp16.798/US$. Setelah kemarin sempat ditutup melemah sebanyak 0,23% dari posisi Rp16.743/US$ ke Rp16.798/US$.
Meski Goldman Sachs memprediksi akan ada potensi arus keluar sebesar US$7,8 miliar dalam skenario penurunan peringkat, angka tersebut sama dengan 0,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Dengan intervensi aktif BI serta periode pelemahan dolar AS secara global, pelemahan tajam rupiah terlihat kurang mungkin terjadi dalam waktu dekat,” kata Chunyu Zhang, Strategist Bloomberg Intelligence dalam laporannya, Jumat (30/1/2026).




























