Logo Bloomberg Technoz

Mampukah Rupiah Perkasa Lagi Hari Ini?

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 January 2026 08:26

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka menguat dalam perdagangan kontrak derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) pada Rabu (29/1/2026), ketika indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis.

Mengacu data Bloomberg pagi ini, rupiah NDF di bursa offshore, rupiah NDF dibuka kembali menguat 0,1% di level Rp16.743/US$. Setelah kemarin sempat ditutup melemah sebanyak 0,37% ke posisi Rp16.759/US$. 

Penguatan terjadi rupiah offshore terjadi ketika DXY dibuka melemah 0,27% pagi ini di posisi 95,962. Pelemahan dolar ini mengikuti keputusan bank sentral AS, The Fed, yang kembali menahan suku bunga acuan.  


Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu memutuskan dengan suara 10 banding 2 mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75%. Dua anggota FOMC, yakni Deputi Gubernur Christopher Waller dan Stephen Miran, tercatat berbeda pendapat dengan mengusulkan pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 basis poin (bps). 

Respons pasar mata uang Asia cukup positif terhadap keputusan tersebut. Selain rupiah, sejumlah mata uang regional juga bergerak menguat sejak kemarin, meski belum sepenuhnya mengindikasikan naiknya selera risiko global terhadap aset emerging market. 

Pergerakan nilai tukar mata uang Asia beragam, Kamis pagi (29/1/2026).