Kata Golkar Soal Sari Yuliarti jadi Waka DPR: Kuota 30% Perempuan
Dovana Hasiana
28 January 2026 19:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia buka suara mengenai alasan memilih Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR. Perlu diketahui, Sari dipilih untuk menggantikan Adies Kadir yang terpilih sebagai hakim konstitusi di mahkamah konstitusi.
Bahlil mengatakan penunjukan tersebut sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan adanya komposisi keterwakilan perempuan yang proposional yaitu mencapai 30% pada keanggotaan di lembaga legislatif dan alat kelengkapan dewan (AKD).
“Partai Golkar itu partai yang inklusif, milik semua rakyat. Setiap kader memiliki hak yang sama. Kita selama ini bicara emansipasi selalu menjadi tembak-tembakan,” ujar Bahlil kepada awak media, Rabu (28/1/2026).
“Kita tidak tanggung-tanggung menempatkan bukan lagi pimpinan komisi tetapi langsung pimpinan DPR dan saya pikir perempuan punya hak dong masa laki-laki saja.“
Keputusan MK dibacakan saat sidang pleno pengucapan Putusan Nomor 169/PUU-XXII/2024 pada tahun lalu. Mahkamah menilai politik hukum keterwakilan perempuan telah menjadi bagian dari sistem demokrasi Indonesia sejak diaturnya ketentuan minimal 30% keterlibatan perempuan dalam pendirian dan kepengurusan partai politik sebagaimana termaktub dalam UU Partai Politik. Prinsip tersebut juga diwujudkan dalam pemenuhan kuota perempuan dalam daftar calon legislatif pada setiap tingkatan pemilihan.































