Data terbaru menunjukkan, bukan hanya besaran cadangan emas yang menjadi sorotan, tetapi juga pergerakan penambahannya. Negara-negara seperti Kazakhstan, Brasil, hingga China tercatat aktif membeli emas dalam jumlah signifikan, menandakan perubahan strategi cadangan global yang semakin menjauh dari ketergantungan pada dolar AS.
Negara dengan Penambahan Cadangan Emas Terbesar
Dalam periode terbaru, Kazakhstan mencatat penambahan emas paling agresif dengan kenaikan lebih dari 18 ton. Brasil menyusul dengan penambahan sekitar 15 ton, diikuti Turki, Guatemala, dan China. Di sisi lain, beberapa negara justru mengurangi cadangan emasnya, seperti Uzbekistan, Qatar, Polandia, dan Meksiko.
Perbedaan arah kebijakan ini mencerminkan strategi ekonomi masing-masing negara dalam merespons dinamika global.
10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat menempati posisi puncak sebagai pemilik cadangan emas terbesar di dunia. Total cadangan emasnya mencapai lebih dari 8.133 ton, dengan nilai yang menembus US$1 triliun. Menariknya, sekitar 80 persen dari total cadangan internasional AS berbentuk emas, menjadikannya negara dengan dominasi emas tertinggi secara proporsional.
Sebagian besar emas AS disimpan di Fort Knox, fasilitas penyimpanan paling terkenal dan paling ketat keamanannya di dunia. Dominasi emas ini menjadi fondasi kuat kepercayaan terhadap dolar AS sebagai mata uang global.
2. Jerman
Jerman berada di peringkat kedua dengan cadangan emas lebih dari 3.350 ton. Emas menyumbang lebih dari 80 persen dari total cadangan internasional Jerman. Posisi ini menjadikan emas sebagai tulang punggung stabilitas keuangan Jerman sekaligus penopang kredibilitas ekonomi zona euro.
3. Italia
Italia memiliki cadangan emas sekitar 2.452 ton yang dikelola oleh Bank Sentral Italia. Menariknya, jumlah ini relatif stabil selama puluhan tahun. Italia memandang emas bukan hanya sebagai alat stabilisasi ekonomi, tetapi juga simbol kepercayaan nasional terhadap sistem keuangan negara.
4. Prancis
Prancis menyimpan sekitar 2.437 ton emas, sebagian besar berada di ruang penyimpanan bawah tanah di Paris. Cadangan ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan memperkuat posisi Prancis di antara negara-negara ekonomi besar dunia.
5. Rusia
Rusia memiliki cadangan emas sekitar 2.333 ton. Dalam satu dekade terakhir, Rusia secara konsisten menambah emas sebagai strategi mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Langkah ini juga menjadi respons terhadap risiko geopolitik dan sanksi ekonomi internasional.
6. China
China menyimpan lebih dari 2.300 ton emas dengan nilai ratusan miliar dolar AS. Meski porsinya baru sekitar 7–8 persen dari total cadangan devisa, China terus menambah emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan kemandirian finansial. Emas dipandang sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas mata uang global.
7. Swiss
Swiss memiliki cadangan emas sekitar 1.040 ton. Emas menjadi fondasi penting bagi stabilitas Franc Swiss, yang dikenal sebagai salah satu mata uang paling aman di dunia. Meski sempat mengurangi cadangan pada awal 2000-an, emas tetap memegang peran strategis dalam kebijakan moneter Swiss.
8. India
India melalui Reserve Bank of India menyimpan sekitar 880 ton emas. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah India, seiring pembelian emas yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Porsi emas dalam cadangan devisa India tergolong tinggi dan mencerminkan pentingnya emas dalam menjaga stabilitas moneter negara tersebut.
9. Jepang
Jepang memiliki cadangan emas sekitar 846 ton. Meski porsinya relatif kecil dibanding total cadangan devisa, emas tetap menjadi aset penting bagi Jepang dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter jangka panjang.
10. Belanda
Belanda menutup daftar 10 besar dengan cadangan emas sekitar 623 ton. Bank Sentral Belanda menilai emas sebagai penopang keamanan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Belanda bahkan memindahkan sebagian cadangan emasnya agar lebih dekat ke dalam negeri.
Bagaimana Posisi Indonesia dalam Cadangan Emas Dunia?
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar dunia versi World Gold Council, Indonesia memang belum masuk jajaran teratas. Cadangan emas Indonesia masih relatif kecil jika dibandingkan dengan negara-negara besar.
Bank Indonesia tercatat memiliki cadangan emas sekitar 78,5 ton hingga kuartal II 2025. Angka ini tidak mengalami perubahan signifikan dari kuartal sebelumnya. Meski demikian, emas tetap menjadi bagian penting dalam strategi diversifikasi cadangan devisa nasional.
Bank Indonesia memandang emas sebagai instrumen pelindung nilai di tengah volatilitas pasar global, meski porsinya masih terbatas. Ke depan, peluang peningkatan cadangan emas Indonesia tetap terbuka, terutama jika tekanan global terus meningkat.
Tren Global: Emas Kembali Jadi Raja
Melihat tren global, satu hal menjadi jelas: emas kembali menjadi “raja” dalam strategi bank sentral dunia. Ketidakpastian geopolitik, fragmentasi ekonomi global, dan risiko inflasi membuat emas semakin relevan sebagai aset lindung nilai.
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, langkah menjaga dan mengoptimalkan cadangan emas bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis jangka panjang. Di era ekonomi yang penuh gejolak, emas bukan hanya logam mulia, tetapi simbol ketahanan ekonomi suatu bangsa.
(seo)






























