Logo Bloomberg Technoz

Pertamina: Subsidi LPG 3 Kg 2026 Berisiko Jebol 700.000 Ton

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 January 2026 10:50

Warga mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kg di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kg di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mewanti-wanti terjadinya pembengkakan kuota subsidi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (Kg) hingga 700.000 ton, jika pengetatan subsidi tidak dilakukan pada tahun ini.

Wakil Direktur Utama PPN Achmad Muchtasyar menjelaskan kuota subsidi LPG 3 Kg dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebanyak 8 juta kiloliter (kl), tetapi besaran konsumsi Gas Melon bisa melonjak jadi 8,7 juta ton jika pengendalian subsidi tidak dilakukan.

Sementara itu, kata Achmat, jika pengendalian subsidi dilakukan, konsumsi LPG bersubsidi bisa ditekan ke angka 8,3 juta ton.


“Dari kuota yang diberikan oleh pemerintah dan kuota revisi, kecenderungannya untuk LPG ini berbeda dengan BBM subsidi. LPG ini cenderung meningkat, bahkan selalu meningkat, selalu direvisi sejak 2023,” kata Achmad dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, Selasa (27/1/2026).

“Pada 2026 diprognosiskan untuk distribusi tanpa pengendalian, artinya distribusi ini dilakukan dengan tidak adanya batasan-batasan, itu akan meningkat sebesar 3,2% dari alokasi,” tegasnya.

Cek Ketersediaan, Komisi XII DPR RI Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman (Dok. Pertamina)