Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Buka Peluang Langgar Batas Defisit APBN Hanya saat Krisis

News
15 March 2026 11:50

Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)

Ben Otto, Anto Antony, dan Daniel Ten Kate- Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah hanya akan mempertimbangkan untuk menaikkan batas defisit anggaran negara sebesar 3% dari produk domestik bruto dalam situasi darurat. Ia menegaskan tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan menilai Indonesia harus “hidup sesuai kemampuan.”

Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg News di kediamannya di perbukitan selatan Jakarta, Prabowo mengatakan pemerintah hanya akan menyetujui peningkatan defisit secara sementara di atas 3% dari PDB jika harga minyak tetap tinggi dalam waktu lama akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan pandemi Covid-19, ketika defisit anggaran Indonesia melampaui batas hukum selama dua tahun untuk memungkinkan belanja darurat.


Prabowo menyebut batas defisit sebagai “alat yang baik untuk mendisiplinkan diri,” dan mengatakan Indonesia tidak memiliki rencana untuk merevisinya “kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti Covid.”

“Tapi saya berharap kita tidak perlu mengubahnya,” kata Prabowo kepada Bloomberg pada Sabtu dalam wawancara internasional besar pertamanya sejak menjabat. “Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya agak kuno.”