
Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan operasional Kilang Balongan untuk menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) menjelang periode Ramadan dan mudik Idulfitri 1447H/2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode lonjakan konsumsi.
Kesiapan tersebut menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan Management Walkthrough (MWT) yang dipimpin Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan. Kegiatan berlangsung di Kilang Balongan dan Integrated Terminal Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang digelar di Ruang Strategic Command Center (SCC) Gedung Amanah Kilang Balongan pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, manajemen Pertamina meninjau langsung kesiapan operasional dan distribusi energi menjelang masa libur panjang.
Kunjungan tersebut juga dihadiri jajaran direksi Pertamina dan pimpinan unit bisnis terkait. Agenda utama dalam kegiatan itu adalah memastikan seluruh sistem produksi dan distribusi BBM dapat berjalan optimal saat permintaan meningkat.
Menurut manajemen Pertamina, periode Ramadan dan Idulfitri selalu diiringi lonjakan kebutuhan energi. Hal ini terutama disebabkan mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan selama musim mudik dan liburan.
Koordinasi Produksi dan Distribusi Diperkuat
Dalam arahannya kepada para pekerja, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menekankan pentingnya kesiapan stok bahan bakar di seluruh jaringan distribusi. Ia meminta agar stok BBM dijaga pada level aman selama periode siaga.
Menurutnya, kesiapan operasional di unit Balongan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Kilang ini merupakan salah satu fasilitas strategis yang berperan dalam memproduksi dan menyalurkan BBM ke berbagai wilayah.
“Koordinasikan produksi dan distribusi dengan sangat presisi agar tidak ada kekosongan di jaluk mudik dan wisata,” ujar Iriawan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh aktivitas operasional tetap menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, peningkatan aktivitas produksi tidak boleh mengabaikan standar keamanan yang telah ditetapkan.
“HSSE lebih dari sekedar kepatuhan tapi budaya dan harus dijalankan dengan sepenuh hati,” tegas Iriawan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tetap menjadi fondasi utama dalam operasional Pertamina, termasuk pada periode dengan intensitas kerja yang tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.
Kesiapan kilang dan terminal energi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan sistem operasional yang terintegrasi, Pertamina berupaya memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar di seluruh wilayah.
Satgas Ramadan dan Idulfitri Mulai Bertugas
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Adityawarman, menyampaikan bahwa perusahaan telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Tim satgas tersebut mulai efektif bekerja sejak 9 Maret 2026. Pembentukan satgas menjadi bagian dari langkah strategis Pertamina untuk memantau secara intensif seluruh aktivitas distribusi BBM selama periode siaga.
“Pembentukan satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat melalui kelancaran pemenuhan BBM,” ujar Taufik.
Melalui satgas tersebut, Pertamina melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi stok BBM, kelancaran distribusi, serta kesiapan infrastruktur energi di berbagai wilayah.
Satgas juga bertugas mengoordinasikan berbagai unit operasional di lapangan. Tujuannya adalah memastikan seluruh proses distribusi dapat berjalan tanpa hambatan selama masa mudik dan libur panjang.
Dengan sistem koordinasi yang terpusat, perusahaan dapat merespons dengan cepat jika terjadi lonjakan kebutuhan BBM di wilayah tertentu.
Operasional Kilang Balongan Disiagakan Penuh
Sementara itu, General Manager Kilang Balongan Yulianto Triwibowo menegaskan bahwa kesiapan operasional kilang menjadi prioritas utama dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa seluruh jajaran manajemen hingga tingkat supervisor akan tetap bersiaga untuk memastikan operasional berjalan optimal.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas produksi BBM yang dihasilkan dari Kilang Balongan. Kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung distribusi energi di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kami secara aktif menjaga koordinasi dengan Unit Bisnis Pertamina di Balongan lainnya serta stakeholder terkait agar kegiatan produksi maupun penyaluran BBM dapat terus berjalan lancar sehingga kami tetap bisa berkontribusi maksimal dalam pemenuhan kebutuhan BBM Nasional," pungkas Yulianto.
Selain kesiapan operasional, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama selama periode siaga. Koordinasi intensif dilakukan antara tenaga pengamanan internal, aparat kepolisian, serta TNI.
Kolaborasi dengan berbagai pihak tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan fasilitas energi tetap terjaga selama aktivitas produksi dan distribusi berlangsung.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan BBM nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kesiapan Kilang Balongan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya mobilitas selama musim mudik.






























