Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Buka Opsi Kerja Sama EBT hingga Impor Minyak dari Brunei

Muhammad Fikri
15 March 2026 21:00

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat melakukan peninjauan penyaluran LPG 3 kg di Pangkalan LPG Kevin, Kemanggisan. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat melakukan peninjauan penyaluran LPG 3 kg di Pangkalan LPG Kevin, Kemanggisan. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama energi dengan Brunei Darussalam yang mencakup diversifikasi pembangkit listrik, penguatan pasokan minyak melalui impor, hingga peluang kolaborasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan bilateral antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister’s Office Brunei Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah, di sela forum Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3).

Bahlil mengatakan Brunei menunjukkan ketertarikan mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan bauran energi, khususnya dari sumber energi terbarukan.


Negara tersebut saat ini masih sangat bergantung pada gas sebagai sumber utama pembangkit listrik.

“Brunei memanfaatkan sekitar 99% gas untuk pembangkit listriknya dan ingin mengurangi porsi pemanfaatan gas tersebut,” kata Bahlil dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026)