Logo Bloomberg Technoz

BI Buka Peluang Tambah Pembelian SBN: Bukan Burden Sharing

Pramesti Regita Cindy
28 January 2026 09:50

Rupiah terlemah di Asia, imbas sentimen burden sharing BI (Diolah berbagai sumber)
Rupiah terlemah di Asia, imbas sentimen burden sharing BI (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membuka peluang peningkatan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) pada 2026, seiring dengan rencana ekspansi likuiditas yang akan ditempuh bank sentral melalui kebijakan moneter. 

Namun, Perry menegaskan langkah tersebut bukan merupakan skema berbagi beban atau burden sharing bunga surat utang seperti yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19. 

Skema burden sharing merupakan mekanisme berbagi beban pembiayaan antara pemerintah dan Bank Indonesia yang diterapkan pada masa krisis. Selain itu, skema ini digunakan untuk membantu pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi tekanan ekonomi yang sangat berat. 


Perry mengatakan BI bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepakat berkoordinasi sejak awal tahun untuk menyusun arah kebijakan moneter 2026, termasuk menghitung kebutuhan ekspansi likuiditas yang diperlukan guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Tentu saja dari kami Bank Indonesia sedang menyusun bagaimana program moneter pada 2026, berapa kebutuhan ekspansi likuiditas kita. Iya dan tentu saja dari ekspansi likuiditas ini bagaimana nanti dilakukan melalui SRBI dan termasuk pembelian SBN dari pasar sekunder," kata Perry dalam konferensi pers KSSK di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/1/2026).