Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Siap Menguat saat Investor Abaikan Tensi Geopolitik

News
18 March 2026 06:30

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di Asia diprediksi akan dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu (18/3). Sentimen positif ini mengikuti penguatan tipis pada saham dan obligasi Amerika Serikat (AS), yang mengindikasikan para investor mulai mencoba mengabaikan ketidakpastian geopolitik jangka pendek.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham menunjukkan kenaikan tipis untuk tolok ukur di Australia dan Hong Kong, sementara bursa Jepang diprediksi melonjak lebih dari 1%. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10-tahun turun dua basis poin ke kisaran 4,2%. Hal ini menunjukkan meredanya kekhawatiran inflasi meskipun minyak mentah Brent masih diperdagangkan di level tinggi, yakni sekitar US$103 per barel.


Pada penutupan Selasa, S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq 100 menguat 0,5%, menandai kenaikan dua hari berturut-turut. Angka ini mencerminkan optimisme yang hati-hati di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah.

"Ada kesan kuat bahwa pasar sedang mencoba melihat melampaui ketegangan yang terjadi saat ini," ujar Fawad Razaqzada dari Forex.com. "Namun, pasar tidak lantas jemawa. Jika konflik berlarut-larut, risikonya adalah hal tersebut akan mulai menekan pasar saham kembali."