Logo Bloomberg Technoz

Kemenpar Minta OTA Transparan Soal Harga Tiket Pesawat Mahal

Dinda Decembria
18 March 2026 06:50

Poin-poin Lengkap SKB soal Diskon Tiket Mudik Nataru 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Poin-poin Lengkap SKB soal Diskon Tiket Mudik Nataru 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Pariwisata merespons keluhan masyarakat terkait mahalnya harga tiket pesawat pada mudik Lebaran 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengutarakan pentingnya peran agen perjalanan daring (online travel agent/OTA) dalam menjaga komunikasi yang transparan dengan konsumen, terutama saat terjadi lonjakan harga.

“Selanjutnya tentu saja tentang kerja sama dengan teman-teman dari OTA. OTA ini banyak sekali melayani konsumen. Kita ingin sekali konsumen ini dijaga dengan komunikasi yang baik atas apapun yang terjadi di lapangan. Misalnya ada keluhan, ‘Oh ini kok mahal, ini kok jauh’, hal-hal semacam itu yang kami inginkan agar bisa diklarifikasi hari ini,” katanya dalam jumpa pers daring bersama media, Selasa (17/03).


Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo R.M. Manuhutu, meluruskan informasi yang beredar mengenai mahalnya tiket pesawat. Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menekan harga tiket selama periode mudik.

“Karena itu ada 4 kebijakan, yaitu diskon PJPU 20 persen, PJPU 40–50%, diskon avtur sampai 10% di 37 bandara, dan PNBP. Harapannya adalah penurunan sampai 17–18% dari base fare. Dan harapan nanti, kurang lebih 3,3 juta penumpang akan menggunakan moda transportasi udara di daerah. Kedua adalah saat ini pemerintah sedang berupaya untuk perbaikan biaya industri penerbangan,”katanya.