“Antam terus berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui penerimaan negara dari pajak dan PNBP, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta investasi berkelanjutan di sepanjang rantai nilai mineral,” kata dia.
Di sisi lain, Wisnu mengklaim perusahaan akan memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan yang melingkupi; pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, serta pengembangan nilai tambah melalui hilirisasi mineral.
“Antam menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengelola sumber daya mineral Indonesia secara bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan, demi memberikan manfaat optimal bagi negara dan kesejahteraan masyarakat,” papar Wisnu.
Sebelumnya, Kementerian ESDM memastikan sudah mulai menerbitkan persetujuan RKAB pertambangan periode 2026.
Selain RKAB milik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), Kementerian ESDM juga sudah menerbitkan beberapa RKAB tambang milik Antam.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengaku tidak mengingat RKAB tambang milik Antam mana saja yang sudah diterbitkan persetujuannya.
Akan tetapi, dia memastikan Kementerian ESDM sudah menerbitkan persetujuan RKAB 2026 milik beberapa tambang Antam.
“Saya lupa, Antam sudah ada beberapa, tetapi yang mana saja saya enggak [mengingat] ada beberapa. Antam kan banyak [tambangnya],” kata Tri ditemui di kantor Kementerian ESDM, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan data laporan keuangan Antam 2024, berikut daftar tambang yang dimiliki dan terafiliasi dengan Antam:
- PT Pongkeru Mineral Utama – Eksplorasi dan operator tambang nikel. Kepemilikan Antam 55%
- PT Sumberdaya Arindo – Tambang nikel. Kepemilikan Antam 51%
- PT Dwimitra Enggang Khatulistiwa – Eksplorasi dan operator pertambangan. Kepemilikan Antam 100%
- PT Cibaliung Sumberdaya – Tambang emas (pascatambang). Kepemilikan Antam 100%
- PT Nusa Karya Arindo - Tambang nikel. Kepemilikan Antam 100%
- PT Mega Citra Utama -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
- PT Borneo Edo International -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
- PT Dwimitra Enggang Khatulistiwa -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
Entitas asosiasi:
- PT Gag Nikel – Tambang nikel di Pulau Gag, Papua Barat Daya. Kepemilikan Antam 100%
- PT Nusa Halmahera Minerals – Tambang emas bawah tanah di Halmahera Utara. Kepemilikan Antam 25%
- PT Weda Bay Nickel – Tambang nikel dan kobalt di Teluk Weda, Maluku Utara. Kepemilikan Antam 10%
- PT Nikel Halmahera Timur – Tambang nikel di Maluku Utara. Kepemilikan Antam 50%
- PT Gunung Kendaik – Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
- PT Borneo Alumina Indonesia – Tambang bauksit terintegrasi dengan proyek SGAR. Kepemilikan Antam 40%
- PT Sumbawa Timur Mining – Tambang emas. Kepemilikan Antam 20%
- PT Pelsart Tambang Kencana – Tambang emas. Kepemilikan Antam 15%
- PT Sorikmas Mining – Tambang emas. Kepemilikan Antam 25%
- PT Gorontalo Minerals – Tambang emas. Kepemilikan Antam 25%
- PT Citra Tobindo Sukses Perkasa – Tambang batu bara. Kepemilikan Antam 100%
(azr/wdh)































