Logo Bloomberg Technoz

PM Takaichi Paparkan Sikap Jepang Jika Krisis Taiwan Memanas

News
27 January 2026 16:50

PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)
PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)

Sakura Murakami - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menegaskan bahwa potensi bentrokan antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak serta-merta membuat Jepang akan segera mengambil tindakan militer. Pemerintah Jepang mengatakan bakal merespons dalam batasan hukum jika AS diserang saat sedang melakukan operasi bersama.

Dalam siaran di TV Asahi pada Senin (26/1) malam, Takaichi menyatakan bahwa krisis Taiwan dapat mendorong Jepang dan AS untuk mengambil tindakan bersama guna menyelamatkan warga negara mereka. Ia menekankan bahwa dalam situasi seperti itu, tidak mungkin bagi Jepang untuk meninggalkan sekutu lamanya.


"Dalam situasi di mana militer AS diserang saat operasi gabungan dengan Jepang, aliansi Jepang-AS akan runtuh jika Jepang melarikan diri tanpa melakukan apa pun," tegas Takaichi. "Artinya, kami akan merespons berdasarkan penilaian komprehensif terhadap apa yang terjadi saat itu, di dalam batasan hukum kami yang berlaku."

"Saya ingin memperjelas bahwa kita tidak sedang berbicara tentang Jepang yang maju dan mengambil tindakan militer jika terjadi bentrokan antara China dan AS," tambahnya