Kilang Pertamina Balongan Hadirkan Listrik Surya di Majakerta

Bloomberg Technoz, Jakarta - Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang digagas PT Pertamina (Persero) resmi berjalan di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Inisiatif ini menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus pada penciptaan kemandirian energi dan penguatan ekonomi masyarakat desa berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Pelaksanaan program ini diwujudkan melalui sinergi antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina New and Renewable Energy, serta PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan. Kolaborasi tersebut menghadirkan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang kini menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi bersih bagi masyarakat Desa Majakerta.
Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan berperan aktif sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasi. Kehadiran PLTS ini tidak hanya menjadi simbol transisi energi, tetapi juga menjadi solusi konkret atas keterbatasan akses energi yang selama ini dirasakan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.
Program Desa Energi Berdikari dirancang bukan sekadar sebagai bentuk donasi infrastruktur. Lebih dari itu, program ini merupakan inisiatif strategis jangka panjang yang bertujuan membangun kemandirian desa melalui pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap aktivitas sosial serta ekonomi warga.
Di Desa Majakerta, PLTS yang dibangun memiliki kapasitas 6,6 kWp dan dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 20 kWh. Infrastruktur ini memungkinkan pasokan listrik tetap tersedia secara stabil, termasuk pada malam hari atau saat intensitas sinar matahari menurun.
Energi listrik yang dihasilkan dari PLTS tersebut telah dimanfaatkan untuk penerangan jalur nelayan di area muara, penerangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta penerangan jalan desa di sekitar kawasan muara. Fasilitas ini memberikan rasa aman yang lebih baik bagi nelayan dan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.
Manfaat penerangan ini dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir yang sebelumnya kerap menghadapi keterbatasan cahaya. Akses listrik yang memadai mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, meningkatkan keselamatan, dan memperpanjang waktu produktif warga desa.
Dalam kegiatan aktivasi program yang digelar pada Jumat, 23 Januari, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Rizky Anggia Putri, menegaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi yang inklusif dan berkeadilan.
"Kami berharap melalui instalasi PLTS ini, warga Majakerta dapat merasakan manfaat nyata dari energi bersih, baik untuk mendukung kegiatan sosial maupun ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Rizky.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertamina memandang desa sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pemanfaatan energi bersih yang berdampak langsung.
Sinergi Energi Bersih dan Pemberdayaan Desa
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah desa setempat. Lebeh Desa Majakerta, Narsidi, yang mewakili pemerintah desa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran infrastruktur PLTS yang dinilai sangat membantu kebutuhan dasar masyarakat.
"Kami atas nama Pemerintah Desa Majakerta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pertamina. Kehadiran listrik tenaga surya ini sangat membantu kami, terutama untuk penerangan jalan dan fasilitas umum yang selama ini sering terkendala. Ini adalah berkah bagi warga kami untuk beraktivitas lebih aman di malam hari," ungkapnya.
Pemerintah desa menilai kehadiran energi surya ini menjadi titik awal bagi pengembangan desa yang lebih mandiri. Dengan tersedianya listrik yang andal, berbagai aktivitas sosial dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
Dampak positif program Desa Energi Berdikari juga dirasakan langsung oleh sektor ekonomi masyarakat, khususnya kelompok nelayan dan pelaku usaha mikro. Ketua Nelayan KPL Baita Mina Lestari, Turipah, menyoroti manfaat efisiensi biaya energi yang dihasilkan dari penggunaan PLTS.
"Bagi kami di KUD dan para pelaku UMKM, efisiensi biaya energi adalah hal yang sangat penting. Dengan adanya PLTS ini, kami bisa mengalihkan biaya listrik untuk keperluan pengembangan modal usaha anggota. Kami berkomitmen menjaga fasilitas ini agar terus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga," jelas Turipah.
Efisiensi tersebut membuka peluang bagi nelayan dan UMKM untuk meningkatkan skala usaha, memperbaiki sarana produksi, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal. Energi bersih tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi desa.
Untuk memastikan keberlanjutan program, kegiatan aktivasi Desa Energi Berdikari juga disertai dengan edukasi teknis kepada warga. Pelatihan operasional dan perawatan atau Operation & Maintenance (O&M) PLTS diberikan agar masyarakat mampu mengelola dan merawat aset energi secara mandiri.
Edukasi teknis tersebut disampaikan oleh Taufiqul Rahman selaku perwakilan dari PT Radiasi Karya Timus, kontraktor pemasangan instalasi PLTS. Materi pelatihan mencakup pemahaman dasar sistem PLTS, pengoperasian harian, serta langkah-langkah perawatan sederhana untuk menjaga kinerja sistem.
Dengan pembekalan ini, masyarakat Desa Majakerta diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola energi terbarukan di wilayahnya sendiri. Kemandirian pengelolaan menjadi kunci agar manfaat PLTS dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program Desa Energi Berdikari, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat. Desa Majakerta kini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi energi bersih dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan demi masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.
































