Hanif mengungkapkan akan terdapat auditor independen yang mengawasi secara ketat operasional Gag Nikel dan mengevaluasi tata kelola lingkungan Gag Nikel setiap tiga bulan.
“Setiap tiga bulan ada pengawas lingkungan yang independen yang akan melakukan pengawasan. Jadi upaya masif kita lakukan,” ungkap Hanif.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengungkapkan PT Gag Nikel kembali beroperasi di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya usai dibekukan pada 5 Juni 2025.
Kala itu, Tri menjelaskan anak usaha PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam tersebut belum mendapatkan kembali izin operasional pertambangannya secara penuh.
Mereka diizinkan kembali menjalankan kegiatan pertambangan sebab pemerintah sedang mengevaluasi penambangan yang dilakukan dan melakukan audit tata kelola lingkungan Gag Nikel.
“Kalau itu kan dalam rangka untuk evaluasikan audit lingkungan secara menyeluruh itu kan harus dalam kondisi operasi,” kata Tri kepada awak media di kompleks parlemen, Senin (15/9/2025).
Dalam kesempatan sebelumnya, Tri menjelaskan izin operasional penuh tambang Gag Nikel akan segera diputuskan usai KLH menyelesaikan kajiannya.
Adapun, Gag Nikel merupakan pemegang kontrak karya (KK) Generasi VII dengan luas wilayah 13.136 hektare (ha) di Pulau Gag yang telah memasuki tahap operasi produksi berdasarkan SK Menteri ESDM No. 430.K/30/DJB/2017, berlaku hingga 30 November 2047.
PT Gag Nikel melaporkan telah memproduksi bijih nikel sebanyak 15,6 juta wmt dalam kurun 2018—2024. Perinciannya pada 2018 produksi Gag Nikel mencapai 913.000 wmt atau setahun setelah perusahaan memperoleh izin operasi produksi.
Kemudian, produksi tersebut meningkat menjadi 1,77 juta ton pada 2019, tetapi turun menjadi 1,16 juta ton pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Pada 2021, produksi melonjak hingga menyentuh puncaknya di angka 3 juta wet metric ton (wmt). Angka ini sedikit menurun menjadi 2,78 juta wmt pada 2022, sebelum kembali ke level 3 juta wmt dua tahun setelahnya yakni pada 2023 dan 2024.
Adapun, penjualan Gag Nikel mencapai hampir 100% dari total produksi, yakni sebesar 15,4 juta wmt pada kurun 2018 hingga 2024.
Berdasarkan data milik Antam per Agustus 2024, Gag Nikel mencatat cadangan bijih nikel mencapai 59 juta wmt. Sementara itu, potensi sumber daya dari tambang di Pulau Gag itu mencapai 318 juta wmt.
(azr/wdh)































