Logo Bloomberg Technoz

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus didasari oleh stabilitas yang kuat. Pasalnya, tanpa stabilitas moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran, maka ekonomi Indonesia akan rapuh.

"Ketika ada tekanan global atau gangguan di sistem keuangan seperti misalnya permintaan valas yang tinggi, maka ini akan mengganggu stabilitas," papar Dicky.

"Jadi, kalau ditanya mana yang akan didahulukan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi? Maka jawaban saya adalah stabilitas yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi," tegas Dicky.

Dia menyatakan, stabilitas yang tidak mampu mendukung pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi sesuatu yang sia-sia, karena masyarakat Indonesia juga perlu sejahtera.

"Stabilitas yang bisa melihat ruangan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," lanjut Dicky. 

Dicky menggambarkan, misalnya ketika memutuskan kebijakan suku bunga acuan dan likuiditas. Bank sentral harus menjaga stabilitas sistem keuangan tanpa ada yang solusi terpojok atau corner solution, melainkan harus seimbang.

"Ketika suku bunga naik, maka kita juga harus mencari solusi bagaimana likuiditas tetap tersedia bagi sistem. Sedangkan ketika suku bunga turun, kita juga harus menjaga kelangsungan usaha tetap bisa kita dorong. Ini seni pengelolaan bank sentral," jelas Dicky.

Dia mendeskripsikan bahwa dalam trilema ekonomi, solusi tidak bisa dijawab sekaligus selesai seluruh aspek, melainkan harus ada keseimbangan. Misalnya, ketika mengejar ekonomi, nilai tukar, dan cadangan devisa ekspor impor yang kuat, pemangku kepentingan harus menyeimbangkan semua aspek di dalamnya.

(lav)

No more pages