Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, saham Antam (ANTM) lompat 12,82% ke level Rp4.840/saham. Sama potensialnya, saham DSSA dengan keberhasilan menguat 5,22% ke level Rp109.950/saham pada Sesi I.

Volume transaksi IHSG di tengah hari perdagangan sudah tercatat 33,43 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,94 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 2,4 juta kali diperjualbelikan.

Sebanyak 329 saham mengalami kenaikan, dan ada 333 saham melemah. Sedang 139 saham enggan bergerak.

Sejumlah sector saham menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham–saham barang baku, saham transportasi, dan saham Konsumen primer mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 4,46%, 2,31% dan 0,38%.

Menguatnya IHSG merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Senin (26/1/2026).

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 19,35 poin
  2. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 16,74 poin
  3. Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 11,68 poin
  4. Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 10,39 poin
  5. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 9,74 poin
  6. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 3,97 poin
  7. Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) menyumbang 3,27 poin
  8. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 2,11 poin
  9. Merdeka Copper Gold (MDKA) menyumbang 2,1 poin
  10. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 1,98 poin

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD terus berlanjut, sementara stochastic RSI berada pada oversold area. 

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.950 – 9.000 pada perdagangan Sesi II Senin,” papar Phintraco Sekuritas.

Melansir riset Panin Sekuritas, sentimen pasar ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD pada hari ini, seiring dengan intervensi yang dilakukan Bank Indonesia baik di pasar keuangan domestik maupun di pasar offshore yang mengindikasikan stabilitas makroekonomi dan efektivitas bauran kebijakan moneter dalam meredam volatilitas eksternal.

Adapun penguatan pada sector basic materials ditopang oleh saham–saham metal mining (emas, nickel, tembaga hingga aluminium) diantaranya saham ANTM, saham EMAS, saham AMMN, saham NCKL yang merupakan top 10 market cap terbesar dari sektor ini dan didukung oleh kenaikan harga emas dan nikel global.

“Perdagangan di pasar regular di sepanjang Sesi I ini terpantau ramai dengan nilai transaksi hampir Rp20,9 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Jumat lalu. Dari nilai transaksi pada Sesi I didominasi oleh transaksi saham basic materials, energy dan banking," sebut riset Panin Sekuritas.

(fad)

No more pages