Logo Bloomberg Technoz

Fitur-fitur tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam mengelola strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing. Kehadiran berbagai pilihan aset juga membuka ruang diversifikasi portofolio yang lebih luas di tengah volatilitas pasar.

Iskandar juga memaparkan perilaku investor crypto di Indonesia yang tercermin dari aset-aset paling aktif diperdagangkan di platform PINTU. Lima aset crypto teratas sepanjang 2025 didominasi oleh instrumen berkapitalisasi besar dan relatif mapan.

“Sepanjang tahun 2025 kemarin, lima aset crypto yang paling sering diperdagangkan oleh pengguna PINTU di antaranya, Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP). Secara risk appetite, pilihan lima aset crypto ini mencerminkan investor crypto Indonesia cenderung konservatif yakni memilih aset crypto dengan kapitalisasi pasar yang besar,” jelas Iskandar.

Pasar Crypto Global dan Posisi Indonesia

Tren pertumbuhan PINTU sejalan dengan perkembangan industri crypto global sepanjang 2025. Berdasarkan laporan Coingecko 2025 Annual Crypto Industry, total kapitalisasi pasar crypto dunia mencapai US$3 triliun. Volume perdagangan harian rata-rata juga meningkat signifikan pada kuartal keempat, mencetak rekor tertinggi tahunan sebesar US$161,8 miliar atau tumbuh 4,4 persen.

Di tingkat domestik, aktivitas perdagangan aset crypto juga menunjukkan skala yang besar. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat total volume perdagangan aset crypto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor crypto nasional tercatat sebanyak 19,56 juta orang, mencerminkan basis pengguna yang luas.

Namun, besarnya jumlah investor belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat adopsi regional. Mengacu pada Henley Crypto Adoption Index 2025, posisi Indonesia di Asia Tenggara masih berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. Hal ini menunjukkan masih adanya ruang pertumbuhan yang signifikan dari sisi penetrasi dan literasi.

Iskandar menilai kondisi tersebut justru membuka peluang jangka panjang bagi industri crypto nasional. Dengan populasi yang besar dan penetrasi digital yang terus meningkat, Indonesia dinilai memiliki potensi adopsi yang jauh lebih masif dibandingkan negara lain di kawasan.

“Indonesia punya potensi adopsi yang sangat masif dengan peningkatan yang lebih luas dari sisi penetrasi crypto karena memiliki basis populasi yang jauh lebih besar,” ujar Iskandar.

Untuk mendorong partisipasi pengguna baru, PINTU menghadirkan berbagai inisiatif pemasaran dan edukasi. Salah satunya adalah promo bonus hingga Rp2.000.000 bagi pengguna baru yang melakukan pembelian aset crypto pertama melalui aplikasi PINTU.

Di luar strategi promosi, PINTU juga menekankan komitmen jangka panjang melalui program literasi dan edukasi. Perusahaan secara konsisten menjalankan inisiatif seperti Pintu Goes to Campus dan Pintu Goes to Office untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Selain itu, PINTU menyediakan sarana pembelajaran di dalam aplikasi melalui Pintu Academy dan Pintu News. Fasilitas ini dirancang untuk membantu pengguna memahami karakteristik, manfaat, dan risiko investasi crypto secara lebih menyeluruh.

Langkah edukatif ini dinilai penting di tengah pertumbuhan industri yang cepat, agar peningkatan jumlah investor diiringi dengan pemahaman yang memadai. Dengan kombinasi inovasi produk, edukasi, dan kepatuhan regulasi, PINTU menargetkan dapat terus berperan dalam membentuk ekosistem crypto Indonesia yang sehat dan berkelanjutan.

Menutup refleksi kinerja 2025, Iskandar menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan adopsi crypto nasional secara bertanggung jawab. “Untuk terus mendorong hal tersebut, PINTU menghadirkan promo bonus hingga Rp2.000.000 kepada pengguna baru yang melakukan pembelian aset crypto pertama di aplikasi PINTU. Selain itu, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, PINTU secara konsisten menghadirkan inisiatif edukasi seperti Pintu Goes to Campus dan Pintu Goes to Office, serta pembelajaran in-app melalui Pintu Academy dan Pintu News, untuk membantu masyarakat memahami risiko dan investasi crypto secara utuh,” tutup Iskandar.

(tim)

No more pages