Sebagai catatan, Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. pada 2023 telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia untuk menjajaki peluang pencatatan lintas negara di kedua pasar.
Merdeka Gold mengoperasikan tambang emas di Sulawesi dengan cadangan bijih mencapai 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Berdasarkan laporan perusahaan, Merdeka Gold mencatatkan rugi sebesar US$22,3 juta untuk sembilan bulan pertama 2025.
Sejak debut perdananya pada September 2025, harga saham Merdeka Gold telah melonjak lebih dari dua kali lipat, sehingga nilai kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$5,7 miliar.
Tahun 2025 menjadi periode yang sangat kuat bagi harga emas, mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Kondisi tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset lindung nilai serta pergeseran investor menjauhi dolar AS.
Situasi ini mendorong perusahaan tambang emas untuk memanfaatkan momentum pasar guna menghimpun modal dan mendanai ekspansi.
Data Bloomberg menunjukkan, sepanjang 2025, aktivitas pencatatan saham global, penempatan saham, serta transaksi blok di sektor pertambangan emas berhasil menghimpun dana hingga US$15 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
Di Hong Kong, perusahaan asal China, Zijin Gold International Co., membukukan penghimpunan dana sebesar US$3,7 miliar melalui penawaran umum perdana pada tahun lalu.
(dhf)




























