Ia menilai Board of Peace sebagai alternatif konkret yang saat ini paling memungkinkan untuk mendorong tercapainya perdamaian di Gaza, sekaligus membuka jalan menuju kemerdekaan Palestina. Dalam kerangka tersebut, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi ikut mengambil peran strategis dalam mengawal proses transisi dan perdamaian.
Lebih lanjut, Sugiono menyebut kehadiran Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza sebagai bentuk pengakuan dunia internasional terhadap posisi dan pandangan Indonesia mengenai perdamaian global.
"Kehadiran kita di dalamnya tentu saja merupakan satu bentuk pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia, kemudian terhadap posisi Indonesia, serta pandangan-pandangan Indonesia terhadap perdamaian dunia pada umumnya, dan perdamaian di kawasan tersebut pada khususnya," ujarnya.
Sebelumnya, Indonesia mengumumkan sepakat bergabung dalam Board of Peace yang digagas Trump bersama para menteri luar negeri delapan negara, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Dewan ini akan berperan dalam mengimplementasikan Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict yang telah disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Misinya mencakup penguatan gencatan senjata permanen, dukungan terhadap rekonstruksi Gaza, serta mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara, sesuai dengan hukum internasional.
(del)































