Sejumlah saham menjadi pemberat laju IHSG pada siang hari ini. Saham–saham perindustrian, saham properti, dan saham transportasi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing drop mencapai 4,57%, 3,14% dan 2,38%.
Amblesnya IHSG yang begitu dalam merupakan efek secara langsung dari turunnya sejumlah saham Big Caps, terutama saham Astra (ASII) dan saham UNTR.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (21/1/2026).
- Astra International (ASII) menekan 27,73 poin
- United Tractors (UNTR) menekan 13,76 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menekan 11,88 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menekan 7,42 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 4,73 poin
Adapun saham LQ45 lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) drop 5,31%, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) jatuh 5,11%, dan saham PT Ciputra Group Tbk (CTRA) juga terjebak di zona merah dengan ambles 4,35%.
Disusul oleh pelemahan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang terjun bebas 3,73%, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) ambles 3,01%, dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melemah 2,51%.
Penyebab Pelemahan Saham Astra dan Saham UNTR
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) ambles hingga menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) pada perdagangan Kamis (21/8/2025), usai Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mencabut izin usaha pertambangan (IUP) emas Martabe milik PT Agincourt Resources (PTAR), yang merupakan entitas anak UNTR bersama lima badan usaha non–kehutanan lainnya dituding menyebabkan kerusakan hutan yang menyebabkan banjir di wilayah Sumatra Utara lalu.
Keputusan itu diambil usai Satgas PKH menggelar rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas hasil audit lingkungan terkait dengan penyebab bencana banjir dan longsor di Aceh dan sebagian Sumatra tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada pukul 10.50 WIB, harga saham UNTR ambles 14,93% ke level Rp27.200/saham di posisi terendahnya.
Seperti diketahui, PT Agincourt Resources merupakan anak usaha dan operator tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan Sumatra Utara yang berada penguasaan PT United Tractors Tbk. Adapun UNTR merupakan bagian dari Grup Astra, PT Astra International Tbk (ASII).
Harga saham ASII juga ambles 9,96% ke level Rp6.550/saham dengan posisi terendahnya sempat menyentuh Rp6.300/saham.
“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers Satgas PKH di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Di sisi lain, terdapat 22 perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang izinnya dicabut oleh pemerintah.
Berdasarkan sebarannya, terdapat tiga PBPH di wilayah Aceh yang dicabut; enam PBPH di Sumatra Barat; dan 13 PBPH di Sumatra Utara.
“28 perusahaan tersebut terdiri dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam dan hutan tanaman seluas 1.010.592 hektar,” tegasnya.
(fad/wep)



























