Logo Bloomberg Technoz

Pada Juni 2025, saham mayoritas perseroan diambil alih oleh Allied Hill Limited, perusahaan investasi berbasis Hong Kong, yang menguasai sekitar 1,28 miliar saham atau lebih dari 92% kepemilikan.

Transaksi tersebut dilakukan pada kisaran harga Rp433/saham, dengan nilai mencapai sekitar Rp555,8 miliar, sekaligus mengalihkan kendali INRU dari pemegang saham lama. Porsi saham publik kini tersisa di bawah 10%.

Dari sisi operasional, Laporan Tahunan 2024 mencatat produksi 150.710 ton High Alpha Pulp (HAP). Namun, krisis pasokan bahan baku kayu memaksa perseroan menghentikan operasi pabrik selama 78 hari, menekan utilisasi dan produksi.

Tekanan tersebut tercermin dalam kinerja keuangan. Hingga Juni 2025, INRU membukukan rugi bersih US$8,28 juta, melonjak dari US$1,44 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih juga anjlok hampir 39%, dari US$51,72 juta menjadi US$31,61 juta.

Saham Disuspensi, Investor Ritel Meningkat

Di pasar saham, perdagangan saham INRU masih disuspensi Bursa Efek Indonesia. Suspensi berlaku sejak 17 Desember 2025. Keputusan suspensi tersebut sehubungan dengan adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha Toba Pulp Lestari akibat penghentian sementara kegiatan operasional.

Saham INRU saat ini berada di posisi Rp590/saham. Dari sisi struktur kepemilikan, berdasarkan data efektif 31 Desember 2025, saham INRU didominasi oleh Allied Hill Limited sebagai pemegang saham pengendali, dengan kepemilikan mencapai 1,28 miliar saham atau setara 92,54% dari total saham beredar. Kepemilikan publik relatif terbatas, dengan porsi masyarakat non-warkat (scripless) sebesar 5,32% dan masyarakat warkat (scrip) sebesar 2,14%. Total saham yang beredar tercatat sebanyak 1,39 miliar saham.

Jumlah pemegang saham INRU tercatat mengalami fluktuasi sepanjang paruh kedua 2025. Per 31 Desember 2025, jumlah pemegang saham mencapai 1.400 investor, meningkat dibandingkan November 2025 yang sebanyak 1.364 investor, meskipun masih di bawah posisi Agustus 2025 yang sempat menyentuh 1.443 investor.

Sebagai informasi, INRU resmi melantai di bursa pada 18 Juni 1990, dengan tanggal efektif IPO pada 16 Mei 1990. Saat penawaran umum perdana, perseroan melepas sebanyak 270 juta saham dengan harga IPO Rp9.850/saham dan nilai penghimpunan dana mencapai sekitar Rp2,66 triliun. Nilai nominal saham ditetapkan sebesar Rp1.000/saham.

(dhf)

No more pages