“Saya tidak mengerti apa yang Anda lakukan di Greenland,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pesan singkatnya kepada Trump, seperti dikabarkan Bloomberg News.
Di Asia, Jepang kini juga menjadi perhatian investor. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Negeri Matahari Terbit melonjak karena kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal.
Yield surat utang tenor 40 tahun naik menjadi di atas 4%. Tertinggi sejak kali pertama dijual ke pasar pada 2007.
Salah satu janji kampanye Perdana Menteri Sanae Takaichi adalah pemotongan tarif pajak. Namun pembiayaan program tersebut melalui penjualan obligasi kurang mendapat sambutan positif di pasar.
“Tidak ada sumber yang jelas dari mana pemotongan tarif pajak akan dibiayai, dan pasar berekspektasi akan melalui penerbitan obligasi. Namun pasar obligasi memberi sinyal bahwa ini tidak akan berhasil,” tegas Yuuki Fukumoto, Senior Financial Researcher di NLI Research Institute, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi sedang berkecamuk, biasanya emas menjadi pilihan investor untuk mengamankan portofolio mereka.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (21/1/2026)? Apakah rekor baru akan kembali tercipta?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 75.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, karena RSI di atas 70 artinya tergolong jenuh beli (overbought).
Sinyal overbought terkonfirmasi dengan indikator Stochastic RSI 14 hari yang sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Maklum, kenaikannya sudah begitu tinggi.
Tentu akan datang saatnya di mana investor ‘gatal’ untuk mencairkan cuan. Kala itu terjadi, maka emas akan mengalami tekanan jual.
Cermati pivot point di US$ 4.664/troy ons. Dari sini, ada kemungkinan harga emas akan menguji support US$ 4.586/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.576/troy ons.
Namun jika harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.763/troy ons rasanya akan menjadi resisten terdekat.
(aji)


























