Logo Bloomberg Technoz

Tanti mengatakan semua bekerja sesuai prosedur operasional standar atau SOP. Para pekerja di dapur memakai masker dan sarung tangan. Ia yakin SPPG Paseban menjalani proses pembuatan hingga distribusi MBG sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua pakai masker, pakai alat kerja. Saya lihat sendiri karena terjun langsung, jadi enggak perlu diragukan,” tuturnya.

Pengalaman bekerja di SPPG Paseban juga membuat Tanti memahami langsung manfaat program MBG. Salah satu hal yang dirasakannya secara pribadi yaitu program MBG telah membuka lapangan kerja.

Tanti yang sudah berusia di atas 50 tahun mengaku begitu bersyukur bisa kerja di dapur SPPG Paseban. Prosesnya juga tak dipersulit.

“Saya benar nggak percaya, nggak yakin gitu, kok saya bisa diterima. Sedangkan saya kan umur saya kan udah lebih 50 tahun,” kata dia. 

Selain itu, ia melihat antusiasme anak-anak sekolah saat menerima makanan bergizi. Anak hingga cucunya yang masih balita juga dapat MBG.

“Saya senang lihat anak-anak makan di sekolah. Anak saya juga dapat MBG, senang banget,” ujar Tanti.

Bertalian dengan itu, Tanti pun kerap mengadvokasi soal MBG ke orang-orang terdekat, terutama ke orang tua yang menolak MBG karena isu soal keamanan makanan. Ia pun berharap program MBG terus berlanjut.

“Harapan saya semoga saja MBG dilanjutin terus,” kata Tanti.

“Yang saya rasakan tuh kayak anugerah. Dari saya kenal, saya terjun di MBG. Anugerah, itu yang saya rasain,” ucapnya.

(red)

No more pages