Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi sektor, penerbitan obligasi didominasi oleh sektor energi, diikuti industri dan infrastruktur.

Adapun pipeline obligasi masih mencatat 10 emisi dari 5 penerbit yang belum terealisasi.

Di sisi lain, aksi korporasi rights issue juga mulai bergerak. Hingga 15 Januari 2026, tercatat 3 perusahaan telah menerbitkan rights issue dengan total nilai mencapai Rp2,9 triliun.

Seluruh rights issue yang telah terealisasi berasal dari sektor properti & real estate.

Selain itu, masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue BEI, juga berasal dari sektor properti & real estate, menandakan sektor ini masih aktif memanfaatkan penguatan modal melalui pasar saham.

Target Bursa 2026 

BEI menargetkan rata-rata transaksi harian sebesar Rp15 triliun pada tahun ini. Dari sisi pencatatan, BEI menargetkan 555 pencatatan efek di tahun 2026, di antaranya 50 saham baru.

BEI juga terus memanfaatkan berbagai kanal distribusi informasi untuk mencapai target pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, sebanyak 2 juta investor baru pada tahun ini.

Sementara itu, BEI mengungkap terdapat dua emiten kategori lighthouse company yang berencana melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada kuartal pertama 2026.

Kedua perusahaan tersebut berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna menjelaskan lighthouse company merupakan perusahaan dengan karakteristik minimum kapitalisasi pasar Rp3 triliun dan porsi saham publik (free float) sekurang-kurangnya 15%.

"[IPO] Lighthouse ada dua. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining," beber Nyoman saat ditemui usai penutupan perdagangan BEI. 

Selain dua emiten mercusuar tersebut, Nyoman menyatakan masih ada tujuh perusahaan lain dalam antrean IPO untuk tahun 2026 di luar kategori lighthouse company.

(art/naw)

No more pages