RMK Energy Perkuat Direksi Lewat RUPSLB 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT RMK Energy Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat tata kelola dan kinerja perusahaan. Rapat tersebut digelar di Wisma RMK, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran lengkap Dewan Komisaris serta Direksi Perseroan.
Sebagai perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, RMK Energy menempatkan penguatan struktur manajemen sebagai prioritas penting di tengah dinamika industri energi. RUPSLB ini menjadi momentum bagi perseroan untuk menyesuaikan kepemimpinan agar selaras dengan rencana pertumbuhan jangka panjang.
Agenda utama RUPSLB kali ini adalah perubahan susunan pengurus Perseroan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Edwin Tedjasukmana sebagai Direktur PT RMK Energy Tbk, sebuah keputusan yang diharapkan dapat memperkuat fundamental keuangan perusahaan.
Edwin Tedjasukmana dikenal sebagai profesional dengan rekam jejak panjang di bidang keuangan dan akuntansi. Ia merupakan lulusan sarjana akuntansi dari Universitas Surabaya dan telah berpengalaman di berbagai perusahaan ternama.
Sebelum bergabung sebagai Direktur di RMK Energy, Edwin menjabat sebagai Direktur Keuangan PT RMK Grup Indonesia sejak tahun 2025. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mendalam terhadap bisnis grup serta arah strategis perseroan.
Selain itu, Edwin juga pernah berkiprah di Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio dan Eny yang merupakan anggota Deloitte Touche Tohmatsu. Ia juga memiliki pengalaman di PT DSSE Energi Mas Utama, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
Latar belakang tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Edwin dalam mendukung penguatan manajemen keuangan RMK Energy. Perseroan menilai pengalaman lintas sektor yang dimiliki dapat membawa perspektif baru dalam pengambilan keputusan strategis.
Komisaris Independen PT RMK Energy Tbk, F. Saud Tamba Tua, menyampaikan apresiasi atas bergabungnya Edwin ke dalam jajaran Direksi. “Kami menyambut baik bergabungnya Edwin ke dalam jajaran Direksi PT RMK Energy Tbk. Dengan pengalaman beliau yang luas di berbagai sektor industri, termasuk rekam jejak yang kuat dalam manajemen keuangan dan audit, kami yakin beliau akan membawa perspektif baru yang sangat berharga bagi Perseroan,” ujarnya.
Penguatan Tata Kelola dan Strategi Pertumbuhan
Lebih lanjut, Saud menegaskan bahwa penguatan tim manajemen merupakan langkah krusial di tengah tantangan dan peluang industri energi. “Di tengah tantangan dan peluang industri energi saat ini, penguatan tim manajemen adalah langkah krusial. Kehadiran Bapak Edwin akan memperkokoh fundamental keuangan kami dan mendukung eksekusi strategi jangka panjang Perseroan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” katanya.
Dengan ditutupnya RUPSLB tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan resmi mengalami perubahan. Susunan ini berlaku efektif sejak RUPSLB tahun 2026 dinyatakan selesai.
Untuk Dewan Komisaris, posisi Komisaris Utama dijabat oleh Tony Saputra. Sementara itu, jabatan Komisaris Independen diisi oleh F. Saud Tamba Tua dan Rokhmad Sunanto.
Adapun susunan Direksi PT RMK Energy Tbk kini terdiri dari Vincent Saputra sebagai Direktur Utama. Posisi Direktur diisi oleh William Saputra, Edwin Tedjasukmana, Indra Mulia Aliwarga, dan Sugiyanto.
Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, menyampaikan bahwa penguatan jajaran Direksi merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mendukung rencana jangka panjang. Menurutnya, struktur manajemen yang solid menjadi fondasi penting dalam menghadapi aksi korporasi di masa depan.
RMK Energy ke depan akan fokus pada ekspansi peningkatan aksesibilitas logistik. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penambahan konektivitas hauling road menuju tambang tambang potensial di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan.
Selain itu, perseroan juga menargetkan penambahan basis pelanggan baru. Pada tahun ini, RMK Energy menargetkan dapat memperoleh empat hingga lima customer baru untuk mendukung pertumbuhan volume angkutan.
Optimisme manajemen turut didorong oleh bergabungnya tiga customer baru pada penutupan tahun 2025. Ketiga pelanggan tersebut adalah PT Wiraduta Sejahtera Langgeng, PT Duta Bara Utama, dan PT Menambang Muara Enim.
Dengan tambahan pelanggan baru tersebut, RMK Energy menargetkan volume angkutan jasa logistik mencapai 12,7 juta ton batubara pada tahun 2026. Target ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis logistik batubara yang masih menjanjikan.
“Kami semakin optimis dengan 3 customer baru yang telah bergabung pada penutupan tahun 2025 yaitu: PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU) dan PT Menambang Muara Enim (MME). Dengan tambahan customer baru tersebut kami menargetkan volume angkutan jasa logistik sebesar 12,7 juta ton batubara pada tahun 2026,” tutup Vincent.
Sebagai informasi, PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 29 November 2021. Perseroan bergerak di bidang jasa logistik batubara yang terintegrasi.
Kegiatan usaha RMK Energy meliputi bongkar muat batubara melalui jalur kereta api di Sumatera Selatan, jasa pelabuhan batubara, serta penjualan batubara dari tambang in house maupun pihak ketiga. Perseroan juga memiliki berbagai fasilitas pendukung logistik.
Beberapa aset utama RMK Energy antara lain Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road sepanjang delapan kilometer, Pelabuhan Musi 2, serta tambang in house PT Truba Bara Banyu Enim.
Dengan penguatan struktur manajemen dan strategi ekspansi yang terarah, RMK Energy menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham di masa mendatang.
































