Logo Bloomberg Technoz

API: BUMN Tekstil Baru Musti Berkaca ke ISN yang Pernah Bangkrut

Mis Fransiska Dewi
15 January 2026 16:40

Ilustrasi pabrik manufaktur tekstil dan pakaian jadi di Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Ilustrasi pabrik manufaktur tekstil dan pakaian jadi di Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memandang pemerintah perlu berkaca dari kebangkrutan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau ISN ketika berencana membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus sektor tekstil. 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan pihaknya menyambut baik rencana tersebut. Akan tetapi, otoritas juga perlu membenahi regulasi yang ada saat ini. 

“Kita menyambut baik rencana pemerintah untuk memiliki perusahaan tekstil milik BUMN, seperti dahulu pernah [ada BUMN] Industri Sandang Nusantara, tetapi kita harus memandang ke belakang kenapa pada saat itu BUMN tersebut merugi,” kata Ketua Umum API Jemmy Kartiwa saat dihubungi, Kamis (15/1/2026). 


Jemmy mengakui, bisnis model dan ekosistem industri tekstil dan produk tekstil (TPT) cukup kompleks. Pemangku kepentingan, kata dia, perlu membedah regulasi yang ada saat ini agar dapat membuat level playing field yang berbeda. Sehingga banyak orang berpikir praktis untuk mengimpor produk jadi saja daripada susah payah memproduksi di dalam negeri.

Menurutnya, sepanjang regulasi dibenahi industri TPT memiliki masa depan yang cerah. Jemmy bahkan menilai industri TPT RI dapat membuat zona baru khusus bagi industri tekstil seperti di Provinsi Guangxi di China selain Xinjiang.