BBM Shell dkk Diramal Kian Mahal Jika Wajib Beli dari Pertamina
Azura Yumna Ramadani Purnama
15 January 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi mewanti-wanti potensi kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) di operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta apabila rencana penyetopan impor bensin resmi diberlakukan.
Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berpendapat, PT Pertamina (Persero) akan tetap mengambil keuntungan dari bensin yang dijual ke operator SPBU swasta. Dengan begitu, badan usaha (BU) hilir migas terpaksa menaikkan harga jual BBM untuk mengatasi tergerusnya keuntungan.
“Kalau [SPBU swasta akan diwajibkan] beli dari Pertamina; Pertamina itu kan bukan LSM, kan dia juga mencari untung. Kalau BBM yang dibeli oleh SPBU swasta itu dari Pertamina dan Pertamina beruntung [mengambil untung], maka logikanya itu ya harganya pasti lebih mahal,” kata Fahmy ketika dihubungi, Kamis (15/1/2026).
Risiko Hengkang
Di sisi lain, lanjut Fahmy, jika operator SPBU swasta mempertahankan harga jual BBM, maka keuntungan perusahaan akan terus menipis. Dalam jangka panjang, hal tersebut diprediksi dapat membuat BU hilir migas hengkang dari Indonesia.






























