"Karena takut akan nyawa dan keselamatannya saat diserang oleh tiga orang, petugas melepaskan tembakan untuk membela diri," kata dia. Pria tersebut terkena tembakan di kaki.
Tiga orang tersebut mencoba berlari ke dalam apartemen, tetapi kemudian ditangkap. Pria yang ditembak dan petugas tersebut dirawat di rumah sakit. Kondisi mereka saat ini belum diungkap.
Sekitar waktu penembakan, Gubernur Minnesota Tim Walz menyampaikan pidato yang mengecam keberadaan federal di negara bagiannya. Dengan bahasa yang sangat tegas, ia menuduh agen-agen federal mencegat orang secara sembarangan, termasuk warga AS, dan menahannya di toko kelontong, halte bus, dan sekolah.
Walz menyebut operasi tersebut sebagai "kampanye kebrutalan terorganisir terhadap rakyat Minnesota oleh pemerintah federal kita sendiri."
Kota Minneapolis menyatakan pihaknya "menyetahui laporan penembakan yang melibatkan penegak hukum federal di North Minneapolis" dan mendesak masyarakat agar tetap tenang, selagi otoritas berupaya mengonfirmasi detail tambahan.
Dalam sejumlah unggahan media sosial, pejabat kota menuntut agar ICE segera meninggalkan kota dan negara bagian, serta menegaskan kembali dukungan mereka terhadap komunitas imigran dan pengungsi di tengah meningkatnya ketegangan terkait operasi imigrasi federal.
Departemen Kepolisian Minneapolis belum menanggapi permintaan komentar pada Rabu malam.
DHS mengatakan pria yang ditembak adalah warga negara Venezuela yang memasuki AS tanpa izin. Belum jelas dakwaan apa yang mungkin akan dihadapinya atau dua orang lainnya.
Penembakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Minneapolis, di mana ribuan agen federal membanjiri kota sebagai bagian dari operasi penegakan imigrasi besar-besaran oleh pemerintahan Trump.
Operasi tersebut menuai kritik keras dari pejabat setempat, aktivis hak asasi manusia, dan warga. Mereka mengatakan agen federal melakukan penegakan hukum di jalanan secara agresif tanpa transparansi atau pengawasan yang memadai.
Dalam wawancara dengan Reuters yang diterbitkan Rabu, Presiden Donald Trump mengatakan "sangat menyedihkan melihat kedua belah pihak" setelah pekan lalu Renée Good oleh ditembak seorang agen ICE di Minneapolis.
Trump ditanya apakah agen tersebut melakukan hal yang benar. "Saya tidak membahas benar atau salah. Saya tahu itu adalah situasi yang sulit," katanya kepada Reuters. "Tidak ada rasa hormat yang ditunjukkan kepada polisi, dalam hal ini, petugas ICE."
Saat ditanya apakah dia akan mengampuni petugas tersebut jika dia didakwa dan dihukum atas penembakan tersebut, Trump menjawab: "Saya pikir kita harus melihat apa yang terjadi. Itu adalah insiden yang sangat disayangkan. Kita hanya akan melihat apa yang terjadi."
Pejabat federal berdalih bahwa peningkatan penegakan hukum di Minnesota diperlukan, mengklaim petugas menghadapi permusuhan dan ancaman selama penangkapan.
Agen federal mulai tiba di wilayah Minneapolis–St Paul pada awal Desember dalam operasi yang disebut ICE sebagai "Operation Metro Surge."
(bbn)





























