Logo Bloomberg Technoz

"Orang tersebut hanya memiliki satu hak suara, dan argumen terbaiklah yang akan menang," ujar Kashkari. "Saya yakin komite akan terus membuat keputusan terbaik berdasarkan data dan analisis."

Senada dengan Kashkari, Gubernur The Fed Chicago Austan Goolsbee dan Gubernur The Fed Atlanta Raphael Bostic juga memuji pentingnya kemampuan The Fed untuk menetapkan suku bunga tanpa campur tangan politik.

"Independensi The Fed sangat krusial bagi tingkat inflasi jangka panjang di negara ini," kata Goolsbee dalam wawancara dengan NPR.

Di sisi lain, Deputi Gubernur The Fed Stephen Miran—yang saat ini sedang cuti di luar tanggungan negara karena menjabat sebagai salah satu penasihat ekonomi utama Trump di Gedung Putih—mengambil sikap berbeda. Ia membantah anggapan bahwa investigasi DOJ akan merusak kepercayaan publik terhadap komitmen The Fed menjaga inflasi.

"Saya tidak sependapat dengan itu. Saya pikir inflasi sudah bergerak ke arah yang benar," ujar Miran di Athena. "Inflasi berada di jalur yang tepat. Angkanya menurun. Mekanisme dari seluruh komponennya sudah berada di posisi yang benar. Dan hal-hal lain itu hanyalah kebisingan.”

Miran juga mengkritik pernyataan dukungan dari para kepala bank sentral dunia yang menyatakan "solidaritas penuh" kepada Powell.

“Saya tidak menilai pantas bagi bank sentral untuk terlibat dalam isu non-kebijakan moneter di negaranya sendiri, dan menurut saya itu bahkan lebih tidak pantas lagi jika dilakukan oleh bank sentral negara lain,” katanya.

Prospek Ekonomi

Dalam pandangan mereka mengenai kondisi ekonomi, kelompok pembuat kebijakan yang sama — kecuali Miran — memberi sinyal kecil kemungkinan akan mendukung pemangkasan suku bunga lanjutan ketika para pejabat berkumpul akhir bulan ini. Kashkari kembali menjadi yang paling lugas.

FedSpeak Index. (Sumber: Bloomberg)

Dalam wawancaranya dengan New York Times, ia mengatakan suku bunga sebaiknya tetap dipertahankan pada pertemuan The Fed 27–28 Januari. Kashkari, yang memiliki hak suara dalam penetapan suku bunga tahun ini, menyebut ketahanan ekonomi dan kekhawatiran atas inflasi yang masih relatif tinggi sebagai alasan untuk tidak memangkas suku bunga saat ini. Ia menambahkan, peluang pemangkasan bisa terbuka pada paruh akhir tahun.

Para pejabat The Fed memang memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan terakhir sepanjang 2025, namun perbedaan pandangan mengenai kelanjutan pelonggaran kebijakan semakin mengemuka menjelang akhir tahun. Sebagian besar pelaku pasar tidak memperkirakan pemangkasan berikutnya terjadi sebelum Juni.

Pandangan Kashkari sejalan dengan pernyataan Gubernur The Fed Philadelphia Anna Paulson, yang mengatakan dirinya berhati-hati optimistis inflasi akan kembali mendekati target The Fed sebesar 2% pada akhir 2026.

“Saya melihat inflasi melambat, pasar tenaga kerja semakin stabil, dan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 2% tahun ini. Jika semua itu terwujud, maka beberapa penyesuaian lanjutan yang moderat terhadap suku bunga acuan kemungkinan akan tepat dilakukan pada akhir tahun,” ujarnya kepada Kamar Dagang Greater Philadelphia.

Berbicara secara terpisah di Atlanta, Bostic menyatakan suku bunga perlu tetap berada di level restriktif yang menahan laju ekonomi, karena pembuat kebijakan masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam mengendalikan inflasi.

“Kita belum mencapai target inflasi selama bertahun-tahun. Kita masih cukup jauh dari posisi yang seharusnya,” kata Bostic.

Ketiga pejabat tersebut termasuk di antara sejumlah pembuat kebijakan yang sejak pertemuan bank sentral pada Desember lalu memberi sinyal preferensi untuk menahan suku bunga tetap stabil selama beberapa waktu, guna memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai prospek ekonomi.

Di sisi lain, Miran terus mendorong pemangkasan suku bunga secara agresif, seperti yang ia suarakan sejak penunjukannya pada September. Ia menyerukan agar bank sentral memangkas suku bunga acuannya hingga satu setengah poin persentase tahun ini. Pada Rabu, ia berargumen bahwa agenda deregulasi pemerintahan Trump berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu tekanan harga tambahan, sehingga menjadi justifikasi lain bagi pemangkasan suku bunga.

(bbn)

No more pages