“Ketika dia daftar nanti iurannya harus langsung disesuaikan untuk 50% kan. Nah itu kan kita baru bangun, jadi memang saat ini sih memang kita belum, masih nyiapkan sistemnya. Tapi kita pastikan bahwa mulai bulan ini, itu yang daftar udah langsung dapet diskon 50% sesuai dengan PP,” imbuh Eko.
Pihaknya berharap seluruh pengemudi ojol di Indonesia dapat mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan karena profesi tersebut dinilai berisiko cukup tinggi dan mereka perlu dilindungi. Misalnya, driver ojek online harus berada di jalanan setiap hari untuk mencari pundi-pundi.
“Jadi memang kita berharap sih semua ojek online itu, semuanya sih bukan hanya ojek online ya, semua pekerja di transportasi itu yang memang rentan terhadap risiko kecelakaan itu harus dilindungi gitu ya. Tapi kan nanti sesuai dengan kemampuan finansial dari masing-masing ya, karena seperti itu kan,” tutur Eko.
Dia memperkirakan total pekerja transportasi daring yang berpotensi menerima diskon 50% iuran BPJS Ketenagakerjaan bisa mencapai lebih dari 5 juta orang. Dari pengemudi ojol Grab saja terdapat 3,7 juta jiwa, belum di perusahaan teknologi di bidang layanan berbasis permintaan transportasi (ride-hailing) lainnya.
“Ya selama mereka daftar pasti kita kasih diskon. Mungkin bisa sekitar itu sih, sekitar 5 juta, mungkin bisa lebih juga,” kata Eko.
(ain)





























