Rumah123 menyebut, sepanjang 2025, pergerakan harga rumah cenderung lebih moderat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Namun, memasuki penghujung tahun, tren stabilisasi mulai terlihat, ditandai dengan semakin banyaknya kota yang kembali mencatatkan pertumbuhan harga secara tahunan.
“Pasar properti Indonesia sepanjang 2025 bergerak dalam fase konsolidasi yang sehat. Di akhir tahun, kita mulai melihat tanda-tanda stabilisasi. Konsumen tetap aktif mencari rumah, tetapi semakin rasional dan selektif. Ini membentuk fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan yang lebih berkelanjutan ke depan.” kata Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, Rabu (14/1/2026).
Dari sisi suplai, jumlah listing rumah seken nasional pada Desember 2025 tercatat turun 1,0% secara bulanan, dan dalam skala tahunan masih berada dalam tren kontraksi.
Meski begitu, penyusutan suplai ini tidak diikuti oleh lonjakan harga yang mengindikasikan keseimbangan pasar saat ini lebih ditentukan oleh sisi permintaan yang semakin berhati-hati dan rasional, bukan cuma soal kelangkaan pasokan semata.
“Ini menunjukkan bahwa pasar properti Indonesia saat ini jauh lebih matang. Harga tidak lagi naik hanya karena stok berkurang, tetapi benar-benar mengikuti kemampuan dan kebutuhan pembeli,” tambah Marisa.
Sementara dari sisi permintaan, minat masyarakat untuk mencari hunian masih terkonsentrasi di wilayah-wilayah utama. Pada Desember 2025, Tangerang menjadi lokasi dengan proporsi pencarian tertinggi secara nasional, mencapai 13,9% dari total pencarian rumah, disusul Jakarta Selatan sebesar 11,4% dan Jakarta Barat sebesar 9,7%.
Namun secara dinamis, pertumbuhan minat mulai bergeser ke wilayah penyangga dan kota di luar Pulau Jawa. Di area Jabodetabek, Tangerang Selatan dan Depok mencatatkan kenaikan proporsi pencarian bulanan tertinggi. Sementara di luar Jawa, Batam menjadi salah satu kota dengan peningkatan minat yang paling menonjol.
(ell)































